Pasien COVID-19 di Fasilitas Isolasi Terpusat Mataram Bertambah

Pemerintah Kota Mataram menyediakan fasilitas karantina terpusat bagi pasien COVID-19 tanpa gejala, salah satunya di Fizz Hotel yang kini dijadikan sebagai tempat rumah sakit darurat di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram, 15/2 (Inside Lombok) – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa pasien COVID-19 tanpa gejala yang menjalani karantina di fasilitas isolasi terpusat di rumah sakit darurat bertambah 27 orang.

“Tambahan pasien isolasi terpusat sebanyak 27 orang itu merupakan data kemarin. Untuk hari kami belum terima laporan,” kata anggota Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Senin.

Dokter yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram itu mengatakan bahwa dengan tambahan 27 pasien tersebut maka jumlah pengguna fasilitas isolasi terpusat seluruhnya 38 orang.

“Untuk tahap pertama ini, pasien kita fokuskan melakukan isolasi terpusat di RS darurat Hotel Nutana. Kalau sudah penuh barulah kita pindah ke Fizz Hotel,” katanya.

Menurut dia, sampai sekarang dua hotel yang dijadikan sebagai rumah sakit darurat bagi pasien COVID-19 di Kota Mataram masih bisa menampung pasien.

Kalau dua tempat itu penuh, ia mengatakan, pemerintah kota akan menempatkan pasien COVID-19 di Wisma Nusantara yang saat ini menjadi tempat karantina pekerja yang baru pulang dari luar negeri.

Apabila Wisma Nusantara juga penuh, ia melanjutkan, Satuan Tugas akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menempatkan pasien COVID-19 di rumah sakit darurat Asrama Haji.

“Sejauh ini untuk tambahan RS darurat belum mendesak. Kita optimalkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 tanpa gejala untuk memudahkan pemantauan.

“Kalau mereka isolasi mandiri di rumah, kita kesulitan mengontrol apakah mereka melakukan isolasi sesuai prokes atau tidak,” katanya. (Ant)