Pasien COVID-19 Meninggal di Mataram Bertambah Dua Orang

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa. (FOTO Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, jumlah pasien positif COVID-19, meninggal dunia di Mataram bertambah dua orang sehingga total kasus kematian COVID-19, sampai Kamis (19/11) 2020) pukul 12.00 WITA naik menjadi sebanyak 91 orang.

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis, mengatakan, dua pasien COVID-19 yang dinyatakan meninggal tersebut adalah seorang laki-laki inisial M usia 73 tahun warga Cakranegara Barat, dan perempuan inisial S usia 67 tahun warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang.

“Dengan tambahan dua pasien meninggal itu, maka jumlah pasien COVID-19 meninggal di Kota Mataram menjadi 91 orang. Jumlah itu mendominasi angka kematian akibat COVID-19 di sembilan kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Swandiasa, dari data terakhir kasus COVID-19 di Mataram itu, tercatat juga sebanyak dua kasus positif COVID-19 baru, dan 24 pasien dinyatakan sembuh.

“Sedangkan pasien COVID-19 yang masih dirawat baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri hanya tinggal delapan orang, dari total kasus secara kumulatif 1.289 orang,” katanya.

Ia Nyoman Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Kota MataramĀ itu berharap kasus kematian dan kasus positif baru COVID-19 tidak ada lagi.

“Sementara, jumlah pasien sembuh bisa terus meningkat sehingga Mataram bisa menjadi daerah zona hijau COVID-19,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi sebelumnya mengatakan, penurunan kasus COVID-19 di Mataram sudah cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari data sebaran per kelurahan.

Dari 50 kelurahan yang ada di Mataram, 42 kelurahan sudah masuk zona hijau, 7 kelurahan dengan status zona kuning dan 1 kelurahan masih berstatus zona oranye,.

Sebanyak 7 kelurahan dengan status zona kuning adalah Kelurahan Turide, Selagalas, Pagutan, Pagutan Timur, Mataram Barat, Pejarakan Karya dan Kelurahan Taman Sari.

“Sedangkan 1 kelurahan berstatus zona oranye adalah Kelurahan Cakranegara Utara, karena ada tiga warganya yang dinyatakan positif COVID-19, belum selesai isolasi mandiri,” demikian Usman Hadi. (Ant)