RSIA Permata Hati Tanggapi Meninggalnya Bayi Pasien Sejak dalam Kandungan

Direktur RSIA Permata Hati dr Agus Thoriq, Sp.OG saat menyampaikan klarifikasi mengenai meninggalnya bayi dari pasien I Gusti Ayu Arianti, di Mataram, Jumat (28/08/2020). (Inside Lombok/Elita)

Mataram (Inside Lombok) – Menanggapi kejadian bayi laki-laki dari I Gusti Ayu Arianti yang dikatakan telah meninggal dunia dalam kandungan, pihak RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Permata Hati angkat bicara.

Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati Mataram, dr. Agus Thoriq, Sp.OG mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, bayi tersebut diprediksi sudah meninggal dunia 6 sampai 12 jam sejak dalam kandungan.

Pada saat itu juga, kondisi pasien dikatakan dalam keadaan darurat dan memiliki tekanan darah di bawah 100 mmHg, yaitu hanya 47 mmHg.

“Karena kondisi pasien emergency, tetap kita lakukan operasi dengan bantuan donor darah untuk pasien” ungkap Agus.

Pasien dilarikan ke ruang IGD sekitar pukul 10.50 Wita dan segera dilakukan pengecekan darah secara lengkap, bleeding time, clotting, HBsAg, golongan darah, dan rhesus pasien. Pengecekan itu bukanlah rapid test ulang.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah persiapan operasi dan transfusi darah. Kemudian operasi mulai dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita dan selesai pada pukul 12.55 Wita.

“Kami juga ada jejak digital, bagaimana pasien itu datang, jam berapa datang. Dari sisi standar pelayanan prosedur kami sudah benar. Tidak ada yang meminta untuk rapid test ulang,” jelasnya.

Wakil Direktur Medis RSIA Permata Hati, dr. Arief Rahman menambahkan bahwa saat di ruang operasi, janin sudah dalam kondisi yang tidak baik. Terlebih kondisi ibu yang darurat karena mengalami pecah ketuban dan pendarahan.

“Kemungkinan bayi meninggal sejak dalam kandungan 12 jam atau lebih sebelum lahir karena tidak ada darah yang keluar dari rahim pasien saat bayi keluar,” kata Arif.

Terkait penanganan terhadap pasien, RSIA Permata Hati sudah melakukan pelayanan sesuai prosedur dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.