RSUD Mataram Terapkan Aplikasi Ketersediaan Tempat Tidur

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr H Lalu Herman Mahaputra. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menerapkan aplikasi ketersediaan tempat tidur (aplicares), sebagai salah satu inovasi untuk memberikan kemudahan serta meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Dengan adanya aplikasi ini, pasien bisa melihat ketersediaan tempat tidur atau kamar untuk rawat inap yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram,” kata Direktur RSUD Kota Mataram, dr H Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Senin.

Melalui aplikasi itu, pihak RSUD Kota Mataram dapat menepis berbagai isu atau tanggapan pasien-pasien yang selama ini cenderung menyebutkan untuk mendapatkan ruang perawatan di RSUD Mataram harus melalui “orang dalam”, padahal itu sama sekali tidak benar.

“Karena itulah, melalui aplikasi ini kami sudah sangat transparan dan masyarakat bisa mengakses melalui HP android di mana saja dan kapan saja,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga dapat melihat informasi ketersediaan layanan tempat tidur pada layar display yang disediakan di IGD, poli rawat jalan atau bisa mengakses langsung website www.rsud.mataramkota.go.id.

“Informasi ketersediaan kamar dapat di-update dalam setiap lima detik sekali, bahkan terhubung langsung dengan aplikasi mobile JKN,” katanya.

Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan di Nusa Tenggara Barat, RSUD Kota Mataram tidak hanya menerima pasien dari Kota Mataram, melainkan juga dari kabupaten/kota lainnya di daerah ini.

Karena itu, ketika pasien rawat inap banyak dan semua kamar penuh, pasien akan dititip di ruang UGD dan saat sudah ada tempat tidur kosong di kelas berapapun, pihak RSUD langsung akan menempatkan pasien.

“Meskipun yang kosong itu ruang VIP, sementara pasien memiliki BPJS kelas I, II atau III, kami tetap memberikan dan membayar sesuai status mereka. Tidak ada tambahan biaya, kecuali pasien umum,” ujarnya.

Sebagai RSU tipe B dengan jumlah kunjungan per hari mencapai sekitar 1.000 pasien, lanjutnya, idealnya RSUD Mataram memiliki 400 tempat tidur. Namun sampai saat ini ketersediaan tempat tidur di RSUD Mataram masih kurang dengan jumlah 294 tempat tidur.

“Kalau saja tahun lalu kita jadi mendapatkan dana bantuan, mungkin kebutuhan tempat tidur sudah bisa terpenuhi saat ini,” katanya. (Ant)