25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaKesehatanTerpengaruh Pola Hidup, Banyak Anak-Anak Sekolah di NTB Kurang Darah

Terpengaruh Pola Hidup, Banyak Anak-Anak Sekolah di NTB Kurang Darah

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengatensi kasus anemia alias kurang darah pada peserta didik. Pasalnya, anemia ini menjangkiti peserta didik karena dipengaruhi oleh pola hidup. “Tren anemia ini mulai ada peningkatan di sekolah-sekolah kalau kita lihat dari hasil screening kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Lalu Hamzi Fikri.

Ia mengatakan, anemia yang diderita anak-anak ini biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Misalnya, anak-anak hanya kenyang dengan mengkonsumsi fast food atau makan siap saji. “Misalnya hanya makan dan minum dengan yang manis-manis, membuat kenyang, tapi tidak ada kandungan gizinya,” katanya.

Dikatakan Hamzi Fikri, kandungan menu seimbang perlu menjadi atensi orang tua dan para guru. Bahkan perlu adanya edukasi dari sekolah mengenai menu sehat kepada para siswa. “Tidak hanya di sekolah, perilaku itu bisa dibawa ke rumahnya,” katanya. Untuk mengantisipasi para peserta didik menderita anemia, Dinas Kesehatan Provinsi NTB sudah mendistribusikan tablet penambah darah. Pendistribusian tablet penambah darah ini dilakukan melalui masing-masing puskesmas.

Setelah pendistribusian, Dinas Kesehatan Provinsi NTB meminta agar tablet penambah darah yang diberikan dipastikan diminum oleh peserta didik. Sehingga bukan hanya dibagikan tapi benar-benar diminum. “Ketika ada program makan, ini kesempatan untuk memberikan tablet tambah darah. Kita harus memastikan anak-anak minum tablet tambah darah,” katanya.

Dinas Kesehatan sedang mengupayakan agar konsumsi tablet tambah darah bisa mencapai 100 persen di kalangan pelajar. Di mana, saat ini peserta didik yang sudah mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu sebesar 60 persen. “Perlu kita genjot lagi trennya agar bisa 100 persen konsumsi tablet penambah darah itu,” katanya. Pemeriksaan sebelum konsumsi tablet penambah darah bisa saja dilakukan. Akan tetapi, pemberian secara merata dilakukan sebagai salah satu antisipasi. “Kalau anak ya misalnya yang tidak mengalami anemia kita berikan, kita mencegah gejala itu. Dan yang anemia pun bisa terobati,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer