27.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaKriminalPolisi Gagalkan Penggunaan Bahan Peledak untuk Penangkapan Ikan di Perairan Kuta

Polisi Gagalkan Penggunaan Bahan Peledak untuk Penangkapan Ikan di Perairan Kuta

Mataram (Inside Lombok) – Polda NTB melalui Direktorat Polairud berhasil menggagalkan upaya penggunaan bahan peledak ilegal di perairan Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Patroli laut yang dilakukan pada Selasa dini hari (18/3) menemukan tujuh botol berisi bahan peledak aktif di sebuah kapal yang mencurigakan.

Empat orang, yakni SN (25), SL (19), S (29), dan SI (33), yang berasal dari Kecamatan Jerowaru dan Sikur, Lombok Timur, langsung diamankan oleh petugas. Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Andree Ghama Putra dalam keterangannya menyatakan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan perairan serta menanggulangi praktik ilegal yang dapat merusak ekosistem laut.

“Pada pukul 01.47 Wita, tim patroli kami mencurigai sebuah kapal dan setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan tujuh botol berisi bahan peledak aktif. Kami langsung mengamankan kapal beserta empat orang yang ada di dalamnya,” uja Andree, Rabu (19/3).

Penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa bahan peledak tersebut akan digunakan untuk kegiatan illegal fishing, yakni penangkapan ikan dengan cara pengeboman. Praktik ini tidak hanya ilegal, tetapi juga dapat menghancurkan ekosistem laut serta membahayakan kehidupan nelayan lainnya.

“Penggunaan bahan peledak di laut dapat merusak ekosistem serta berdampak buruk pada mata pencaharian nelayan. Kami akan terus meningkatkan patroli dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” tambah Andree.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen Ditpolairud Polda NTB dalam menjaga perairan dari ancaman kejahatan ilegal. Selain menggagalkan penggunaan bahan peledak, patroli rutin juga dilakukan untuk memerangi praktik perburuan ikan yang merusak lingkungan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk turut aktif dalam menjaga keamanan perairan dan segera melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

“Dengan kerjasama antara masyarakat dan aparat, kami berharap dapat mencegah praktik ilegal yang membahayakan laut serta kehidupan masyarakat pesisir. Keamanan perairan harus dijaga bersama-sama,” tutup Andree. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer