Polisi Ungkap Modus Pencurian Dari Rekaman “CCTV”

Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah (kedua kiri) didampingi jajarannya ketika menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan yang terekam CCTV dalam konferensi persnya di Mapolresta Mataram, NTB, Selasa (10/3/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (Inside Lombok) – Petugas Kepolisian Sektor Ampenan, Nusa Tenggara Barat, berhasil mengungkap modus kasus pencurian kendaraan roda dua dari pemeriksaan rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban.

“Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku masuk ke rumah dengan cara mencongkel jendela,” kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah di Mataram, Selasa.

Pelaku yang melancarkan aksi kejahatannya seorang diri tersebut berinisial DA (20). Dalam aksi masuk rumah pada malam hari tersebut, DA mengambil satu unit telepon pintar Samsung S6+ dan kunci kendaraan roda dua milik korban.

“Dapat kunci, dia langsung bawa kabur motor korban yang ada di halaman rumah,” ujarnya.

Setelah berhasil melancarkan aksinya, DA menjual kendaraan milik korban merek Honda Scoopy di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat, seharga Rp1 juta.

Lebih lanjut, DA berhasil ditangkap diindekosnya, dekat TKP pencurian di Jalan Yos Sudarso, Gang Bandung, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dari hasil pemeriksaan, DA diketahui seorang residivis pencurian yang sudah kali keempatnya berhadapan dengan perkara hukum. Sebelum tertangkap, DA pada Januari lalu keluar dari penjara.

Kepada penyidik kepolisian, jelas Nasrullah, DA mengaku pencurian kendaraan ini untuk modal nikah.

“Jadi dia mulai kita tangani sejak umur 13 tahun. Awalnya dulu karena kasus pencurian tabung gas. Lalu curi HP. Yang sekarang kita tangkap ini kasusnya yang kelima dan alasannya untuk modal nikah,” ucap Nasrullah. (Ant)