26.5 C
Mataram
Kamis, 29 Januari 2026
BerandaKriminalPria di Lotim Jadi Korban Penusukan, Diduga Lantaran Uang Rp2 Ribu

Pria di Lotim Jadi Korban Penusukan, Diduga Lantaran Uang Rp2 Ribu

Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang pria inisial SS (36), warga Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menjadi korban dugaan tindak pidana penganiayaan pada Selasa (18/3), sekitar pukul 20.00 Wita. Korban mengalami luka tusuk di bagian belakang leher setelah diserang oleh seorang pemuda berinisial MRH (28) di pinggir jalan desa.

Kasi Humas Polres Lotim, IPTU Nikolas Osman yang mengkonfirmasi peristiwa itu menerangkan insiden itu bermula saat korban mendengar uang sejumlah Rp2 ribu milik anaknya yang baru berusia 10 tahun diambil oleh adik terduga pelaku. “Mendengar laporan anaknya, korban berinisiatif mencari adik terduga pelaku dan menanyakan langsung terkait uang tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, setelah bertemu adik terduga pelaku membantah telah mengambil uang anak korban. Karenaya, korban kemudian mengajak anaknya pulang kemudian sempat duduk di berugak depan rumah warga. Tidak lama berselang, terduga pelaku datang bersama adiknya dan ibunya.

Saat itu ibu terduga pelaku marah kepada korban karena anaknya mengaku telah ditampar. Korban membantah tuduhan tersebut dan mengatakan dirinya hanya menanyakan tentang uang anaknya. Saat perdebatan terjadi, secara tiba-tiba terduga pelaku menyerang dari belakang dengan sebilah pisau, mengenai bagian leher belakang korban.

“Korban yang terkejut langsung menoleh ke belakang dan melihat pelaku hendak menyerang lagi dengan pisau. Korban berusaha menangkis dan segera berlari ke dalam halaman rumah warga untuk menyelamatkan diri,” jelas Osman.

Saksi yang mendengar keributan segera keluar rumah dan menemukan korban dalam keadaan terluka. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kerongkong untuk mendapatkan perawatan medis dan mendapat lima jahitan akibat luka tusuk tersebut.

Mendapat laporan kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat guna mengamankan terduga pelaku. Namun, setelah dilakukan pencarian ke rumahnya, pelaku tidak ditemukan.

“Petugas sudah mendatangi rumah terduga pelaku, tetapi tidak berada di tempat, dan orang tuanya mengaku tidak mengetahui keberadaannya. Saat ini, kami masih terus melakukan pencarian,” jelas Osman.

Polisi juga mengimbau keluarga korban agar tidak melakukan tindakan balas dendam dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada proses hukum yang berlaku. “Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tutupnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer