26.5 C
Mataram
Senin, 15 Juli 2024
BerandaLingkunganPenggunaan Biogas di NTB Sudah Mulai Masif di Masyarakat

Penggunaan Biogas di NTB Sudah Mulai Masif di Masyarakat

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah masyarakat yang mulai memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) sudah meningkat. Hingga 2024 ini, penggunaan EBT di NTB sudah mencapai 22,43 persen. Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Niken Arumdati mengatakan EBT yang paling banyak digunakan masyarakat saat ini yaitu bioenergi, B35, pembakit listrik energi terbarukan seperti PLTS, biogas, dan penggunaan kayu bakar.

“Jadi sekitar setengahnya itu dari bioenergi di sektor transportasi,” katanya Kamis (13/6) siang. Ia mengatakan, secara nasional target penggunaan EBT ini yaitu sebesar 23 persen pada tahun 2025 mendatang. Target tersebut kemungkinan besar akan tercapai hingga akhir tahun 2024 ini. “Progres sangat baik. Karena nasional sendiri tahun 2025 mereka targetnya 23 persen. Kita juga sama 23 tahun 2025,” ujarnya.

Penggunaan biogas yang mulai dimanfaatkan masyarakat sudah makin masif. Sejak tahun 2021 lalu, sebanyak 2 ribu unit yang sudah terbangu secara swadaya. Pembuatan biogas di Pulau Lombok sudah cukup banyak misalnya di Kabupaten Lombok Utara.

Di Lombok Utara ada dua kecamatan yang sudah masif menggunakan biogas yaitu Kayangan dan Pemenang. Selain itu di Kabupaten Lombok Tengah di Kecamatan Pringgarata. “Itu kan inisiatif pribadi dan ingin lebih mandiri saja,” ucapnya.

- Advertisement -

Penggunaan biogas yang mulai dilakukan ini karena ingin lebih mandiri dan tidak tergantung dengan gas elpiji. Pembuatan biogas ini tidak saja lebih hemat tetapi juga bisa mengolah sampah yang dihasilkan. “Kita tahu sekarang walaupun pemerintah sudah mematok HET Rp18.000 tapi pas di pengecer bisa mencapai Rp22 ribu bahkan Rp30 ribu per tabung pada saat langka,” katanya.

Intervensi pemerintah terhadap penggunaan biogas ini kata Niken, sebelumnya sudah ada anggaran yang dialokasikan. Namun pada saat Covid-19 mewabah, anggaran terhadap pembuatan biogas sudah mulai dihapuskan karena disesuaikan dengan kebutuhan prioritas. “Kita itu menganggarkan. Tapi setelah covid anggaran banyak yang di-refocusing,” katanya.

Meksi tidak ada anggaran, pemda Provinsi NTB berupaya memberikan pembinaan kepada masyarakat yang menggunakan biogas. “Insya allah tahun depan kita sudah menganggarkan untuk instalasi yang rusak dan kita perbaiki lagi,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer