Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lobar melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan biaya hidup dari Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) untuk sekitar 2.438 orang tenaga honorer di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lombok Barat.
Wakil Bupati Lobar, Nurul Adha dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Baznas Lobar beserta para muzaki yang telah menyalurkan bantuan kepada tenaga honorer ini. Dia mengatakan, bahwa Baznas merupakan lembaga amil zakat yang memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Daerah.
“Semoga Baznas Lobar dapat tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang dapat lebih baik lagi. Sehingga jangkauan untuk membantu mensejahterakan masyarakat bisa lebih luas,” ujar Wabup yang akrab disapa Ummi Nurul ini, Rabu (19/03/2025).
Dia menilai, dana yang ada di Baznas ini juga bisa menjadi dana produktif. Untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.
“Semoga bantuan ini bisa membantu dan memberikan kebahagiaan buat rekan-rekan honorer. Dan semoga di tahun yang akan datang, bantuan yang diperoleh bisa lebih meningkat,” harapnya.
Selain itu, Ummi Nurul juga berpesan kepada seluruh honorer di Lobar untuk tetap kreatif dan rajin dalam bekerja sebagai bentuk tanggungjawabnya pada daerah. “Untuk tenaga honorer saat ini untuk tetap semangat, jangan bermalas-malasan. Tunjukkan kerja terbaik walau jumlah honor (gaji, Red) yang diterima masih di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Yakinlah, suatu saat nanti pasti akan ada kemudahan dalam meraih kehidupan yang lebih sejahtera,” pesannya.
Sementara itu Ketua Baznas Lobar, TGH Muhammad Taisir Al Azhar memaparkan bahwa, pendistribusian ZIS saat ini menyasar 2.438 tenaga honorer yang bekerja di lingkup pemerintahan kabupaten Lombok Barat. Dengan menggelontorkan anggaran sekitar Rp487.600.000. Yang dibagikan kepada para honorer yang berdomisili di wilayah Lobar.
Karena pendistribusian ZIS saat ini disebutnya juga terafiliasi dengan aplikasi Sistem informasi dan Manajemen Baznas (Simba). Yang merupakan aplikasi untuk mendata masyarakat di wilayah masing-masing.
“Semoga di tahun 2025 dan seterusnya nanti bisa melampaui target pengumpulan. Sehingga semakin besar yang Baznas bisa kumpulkan, maka semakin besar pula yang bisa Baznas berikan untuk masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (yud)

