24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratAlternatif Ekonomis Dongkrak Kunjungan, Dermaga Senggigi Jadi Harapan Pelaku Usaha Pariwisata

Alternatif Ekonomis Dongkrak Kunjungan, Dermaga Senggigi Jadi Harapan Pelaku Usaha Pariwisata

Lombok Barat (Inside Lombok) – Para pelaku usaha pariwisata menyambut pembangunan dermaga kapal wisata di Senggigi, Lombok Barat, yang dinilai dapat memperkuat konektivitas dan meningkatkan kembali kunjungan wisatawan. Dermaga ini dianggap memberi alternatif akses laut yang lebih ekonomis di tengah tingginya harga tiket pesawat yang masih menjadi tantangan bagi pariwisata NTB.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, mengatakan keberadaan dermaga tersebut menjadi harapan pelaku usaha untuk meningkatkan konektivitas wisata. “Dengan harga tiket yang masih tinggi, akses laut bisa menjadi alternatif yang jauh lebih ekonomis. Apalagi posisi Bali sebagai hub internasional akan sangat menguntungkan Lombok,” ujarnya.

Menurutnya, dermaga Senggigi membuka peluang distribusi wisatawan dari Bali menuju NTB melalui jalur laut, dengan jarak tempuh dari Padangbai ke Senggigi sekitar satu jam dua puluh menit. Ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah pemerintah daerah agar kawasan Senggigi semakin siap sebagai beranda pariwisata Lombok.

“Karena penataan kawasan penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Trotoarnya harus lebih ramah pejalan kaki dan berfungsi dengan baik. Zona-zona di kawasan Senggigi juga perlu diatur lebih tertib lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa progres perubahan mulai terlihat, terutama dari sisi kebersihan dan kerapian kawasan pantai. “Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sudah mulai menunjukkan perhatian terhadap revitalisasi Senggigi. Kami berharap pembenahan tidak terhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Para pelaku usaha menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius mengingat besarnya investasi hotel dan industri penunjang lain di Senggigi, dari kelas non-bintang hingga hotel berbintang lima. Mereka berharap pembenahan infrastruktur dapat menentukan kebangkitan kembali kawasan wisata tersebut. “Jangan sampai potensi besar yang kita punya tidak dimaksimalkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer