28.5 C
Mataram
Kamis, 22 Januari 2026
BerandaLombok BaratBangunan Hambat Aliran Air, Ratusan KK di Perampuan Terendam Banjir

Bangunan Hambat Aliran Air, Ratusan KK di Perampuan Terendam Banjir

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (20/01) malam hingga Selasa (21/01) pagi. Hingga Rabu (21/01) sore, genangan air di sejumlah titik dilaporkan masih setinggi lutut orang dewasa. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai yang menggenangi pemukiman warga.

Kepala Desa Perampuan M. Zubaidi menyebutkan bahwa banjir telah merendam empat dusun dengan total lebih dari 600 KK terdampak. Rinciannya, Dusun Bayan Pengsong sebanyak 50 KK, Dusun Karang Bayan 175 KK, Dusun Kerepet sekitar 298 KK, dan Dusun Kapitan 259 KK. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama anak-anak yang menjadi prioritas penanganan.

“Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak,” ujar Zubaidi. Ia menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang meningkatkan debit air sungai, ditambah kiriman air dari wilayah timur yang menyebabkan sungai meluap.

Zubaidi menilai kondisi tersebut diperparah oleh tata ruang yang tidak tertata, khususnya pembangunan perumahan yang menghambat aliran air. Menurutnya, keberadaan bangunan membuat arah aliran sungai menjadi tidak jelas dan mempercepat terjadinya banjir. “Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas ke mana arahnya,” katanya.

Ia memperkirakan genangan air akan surut dalam tiga hingga empat hari jika tidak turun hujan kembali. Namun, apabila hujan kembali mengguyur, jumlah warga terdampak diprediksi bertambah. Zubaidi berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui BPBD segera menyalurkan bantuan, serta meminta Puskesmas Perampuan melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian.

“Kami berharap Puskesmas Perampuan juga bisa segera melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, mengatakan pihaknya memfokuskan penanganan pada pembenahan drainase di kawasan Karang Bongkot, Labuapi. Ia menyebut tim menemukan penyumbatan parah akibat tumpukan sampah, sedimentasi, dan plat beton permanen milik warga yang menutup saluran.

“Tim saya sudah turun tadi, mungkin besok kita sudah lakukan operasi pembersihan di sana (Karang Bongkot) dengan membongkar plat-plat yang menutup saluran irigasi, khususnya di daerah Perampuan. Itu memang sedimentasi dan sampah yang membuat macet. Mau tidak mau harus dibongkar karena kita tidak tahu titik sumbatannya di mana kalau tidak dilakukan pembongkaran,” ujarnya.

- Advertisement -

Berita Populer