Lombok Barat (Inside Lombok) – Hujan deras sejak Senin (01/12) malam hingga Selasa (02/12) pagi menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sekotong yang melanda empat desa dan belasan dusun, mengakibatkan 1.150 kepala keluarga (KK) terdampak, sejumlah fasilitas umum rusak, serta satu warga mengalami luka ringan. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 24.00 WITA dan surut pada pukul 04.00 Wita di kawasan tersebut.
Camat Sekotong, Andi Purnawan, menjelaskan banjir meluas ke 11 dusun di empat desa. Berdasarkan data Puskesmas Sekotong, Desa Sekotong Tengah menjadi wilayah paling terdampak dengan 450 KK, disusul Desa Buwun Mas 300 KK, Desa Cendi Manik 200 KK, dan Desa Taman Baru 200 KK. Ia menegaskan tidak ada korban meninggal, luka berat, maupun korban hilang dalam kejadian ini.
Rusaknya fasilitas umum juga dilaporkan di beberapa titik, termasuk Poskesdes Bengkang dan Pustu Belongas di Desa Buwun Mas, serta jembatan penghubung di Dusun Belongas yang turut terdampak. Tim Klaster Kesehatan Puskesmas Sekotong segera melakukan pendataan dan pemantauan kesehatan untuk mencegah penyakit pasca banjir, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, Sabidin, menyatakan hujan lebat tidak hanya memicu banjir bandang di Sekotong, tetapi juga di Kecamatan Labuapi. Ia menyebut Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan pemantauan di sejumlah titik dan melaporkan kondisi air mulai normal. Koordinasi dengan Dinas PU-TR dilakukan untuk mempercepat penanganan jembatan yang rusak.
BPBD Lombok Barat juga terus menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Sabidin menyampaikan TRC akan kembali mengirim logistik ke Desa Sekotong Tengah dan tetap bergerak di berbagai lokasi yang terdampak banjir.

