25.5 C
Mataram
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaLombok BaratBatal Menikah, Dua Murid SD di Gunungsari Enggan Masuk Sekolah

Batal Menikah, Dua Murid SD di Gunungsari Enggan Masuk Sekolah

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dua murid perempuan salah satu sekolah dasar di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan tidak masuk sekolah selama sekitar satu bulan. Keduanya diduga enggan kembali bersekolah setelah rencana pernikahan mereka pada akhir 2025 berhasil dibatalkan. Informasi tersebut disampaikan pihak sekolah pada awal Februari 2026.

Seorang guru berinisial HM menjelaskan, kedua murid yang masing-masing duduk di kelas V dan VI itu sempat berencana menikah saat liburan semester ganjil akhir tahun 2025. Setelah menerima laporan, kepala sekolah bersama perwakilan guru mendatangi kepala dusun setempat untuk melakukan konfirmasi hingga rencana pernikahan tersebut berhasil dibatalkan.

“Sekarang setelah dipisah, mereka berdua gak mau sekolah. Padahal, usaha kita untuk memisah (dibelas, Red) agar jangan sampai mereka menikah di bawah umur dan harus tetap melanjutkan sekolahnya,” ujar HM.

HM menyebut, pihak sekolah telah mendatangi keluarga kedua murid untuk memberikan pemahaman agar anak-anak tersebut mau kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Mereka berdua murid di sekolah kita, kelas V satu dan kelas VI satu. Ada yang dari Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi dan Dusun Ranjok Barat, Desa Mekar Sari. Mereka ini memang berteman,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurut HM, terdapat perbedaan latar belakang pada kedua murid tersebut. “Kalau yang kelas V itu faktornya dia memang jarang masuk sekolah, karena mungkin rumahnya jauh dan orang tuanya bercerai. Yang kelas VI ini aktif masuk, tapi keduanya ini memang sahabatan sering saling cari,” bebernya.

Pihak sekolah juga telah menemui orang tua salah satu murid yang menyatakan akan membujuk anaknya agar mau kembali bersekolah, namun hingga saat ini belum ada kehadiran di sekolah.

Atas kejadian itu, pihak sekolah mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat untuk melakukan sosialisasi kepada wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala dusun, dan kepala desa guna mencegah kejadian serupa. HM menyayangkan kondisi tersebut mengingat kedua murid masih berusia belia dan mendekati kelulusan sekolah dasar.

“Sudah berbagai macam cara lah kita upayakan, bagaimana supaya pendidikan anak di sini terjami. Mereka tetap bisa sekolah, paling tidak sampai lulus SMA,” harapnya.

Namun HM menilai, dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam kasus tersebut. “Cuma lagi-lagi dukungan orang tua mungkin terhadap dunia pendidikan ini sangat rendah, itu yang bikin kita agak kesulitan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dikbud Lombok Barat Lalu Najamuddin mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. “Nanti dicek, belum ada info. Coba nanti saya cek di bidang,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

- Advertisement -

Berita Populer