Lombok Barat (Inside Lombok) – Penyelenggaraan Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2025 yang digelar akhir pekan lalu belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel di kawasan Senggigi, meski acara tersebut berjalan sukses menampilkan perpaduan musik dan panorama pantai.
General Manager (GM) Merumatta Senggigi, Fahrurrazi, menyebut efek dari SSJ tidak terasa pada okupansi hotel karena pengunjungnya didominasi wisatawan lokal. “Tidak ada dampak sama sekali, karena efeknya hanya lokal saja,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Ia membandingkan tingkat hunian hotel saat event sport tourism yang mampu menarik wisatawan luar daerah hingga mancanegara. “Waktu sport tourism 100 persen (tingkat okupansi), dan saat SSJ hanya 19 persen,” ungkapnya. Fahrurrazi menyarankan agar pemerintah daerah lebih selektif menentukan jenis event yang digelar di Senggigi agar memberi dampak ekonomi lebih luas.
“Harus buat acara yang cakupannya bisa mendatangkan tamu dari luar. Bisa dilakukan sendiri oleh Pemda atau kerja sama dengan pihak luar,” tambahnya.
GM Aruna Senggigi, Yeyen Heryawan, juga menilai dampak SSJ masih minim. “Dampak dari SSJ masih minim atau belum terasa,” katanya. Menurutnya, 50 persen tingkat hunian di Aruna pada akhir pekan pelaksanaan SSJ justru berasal dari tamu acara internal hotel. “Mayoritas tamu yang menginap adalah tamu event Aruna Senggigi sendiri (wedding dan event corporate pada periode tersebut),” ujarnya.
Yeyen berharap promosi SSJ ke depan lebih luas dan menampilkan musisi jazz murni agar menarik minat pecinta musik jazz dari luar daerah. “Senggigi Sunset Jazz promosinya diharapkan bisa lebih luas dan masif lagi, hingga mencakup nasional dan internasional,” harapnya.
Sementara itu, GM Holiday Resort sekaligus Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), I Ketut M Jaya Kusuma, mengakui adanya sedikit peningkatan okupansi selama SSJ. Tingkat hunian di Holiday mencapai 80 persen pada Sabtu (1/11) dan 65 persen pada Minggu (2/11). “Ada sedikit dampak (SSJ, Red) untuk tingkat hunian kamar di kawasan Senggigi,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), berharap SSJ dapat menjadi ikon pariwisata tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak pada sektor perhotelan. “Satu hal yang kita harapkan ketika Senggigi Sunset Jazz digelar, satu bulan sebelumnya semua hotel sudah habis dipesan,” ujar LAZ. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan SSJ sebagai agenda tahunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

