24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratDitinggal Orang Tuanya Sejak Bayi, Balita Penderita Kelainan Syaraf di Tempos Butuh...

Ditinggal Orang Tuanya Sejak Bayi, Balita Penderita Kelainan Syaraf di Tempos Butuh Perhatian Pemerintah

Lombok Barat (Inside Lombok) – Deluna Shaqliena A-Qodri, balita malang berusia 2,5 tahun hanya hidup bersama kakek dan neneknya di Dusun Luwuk, Desa Tempos, Kecamatan Gerung. Gangguan syaraf yang dideritanya membuat bayi kecil itu mengalami kelumpuhan sejak usia 8 bulan.

Sejak dua pekan setelah dilahirkan, Deluna ditinggal oleh ibunya yang kala itu masih berusia 16 tahun untuk merantau ke luar negeri. Sementara sang ayah tak pernah datang untuk menengok anaknya hingga kini, lantaran sudah bercerai sejak Deluna masih dalam kandungan. Kini Deluna pun diasuh oleh kakek dan neneknya yang hidup serba kekurangan, terlebih sang nenek menderita katarak.

Saat disambangi di kediamannya Deluna pun tengah digendong oleh sang nenek, Fatimah. Meski sekilas terlihat sehat, gangguan syaraf yang diderita Deluna membuatnya harus menjalani terapi ke RSUD Tripat Gerung setiap pekan. “Dua kali sepekan, setiap hari Senin dan Kamis saya antar cucu saya ini terapi ke Rumah Sakit Gerung,” tutur Fatimah, Rabu (07/05/2025).

Fatimah terlihat begitu telaten dan penuh kasih sayang dalam merawat cucunya yang lahir pada 2022 lalu itu. Dirinya yang saat itu berjualan di pasar Gerung berupaya merawat cucunya setiap hari. Namun dia harus menerima kenyataan, berhenti berjualan ketika cucunya divonis menderita gangguan syaraf ketika berusia 8 bulan.

“Dia tidak bisa duduk, tidak bisa bicara dan yang lainnya seperti anak normal. Makanya saya berhenti bekerja, suami saya yang bekerja menjadi pengarat untuk kebutuhan sehari-hari,” bebernya.

Sang kakek, Muliadi bekerja sebagai pengarat rumput untuk sapi milik orang lain. Di mana hasilnya akan dibagi dua dengan pemilik sapi ketika sapi dijual atau berkembang biak. Fatimah mengaku keluarganya telah mendapatkan program bantuan PKH dan BPJS, serta ada juga bantuan dari desa, termasuk pelayanan posyandu rutin untuk Deluna. Bahkan, rumah yang mereka tinggali saat ini pun mereka dapatkan dari bantuan gempa.

Saat ini cucunya membutuhkan perhatian dari pemerintah agar memudahkannya menjalani terapi. Sebab kadang jarak ke RSUD Gerung yang lumayan jauh sedikit menyulitkannya mengantar sang cucu. “Kalau bisa bagaimana caranya kami bisa dapat pelayanan agar mudah, tidak jauh. Kami harap bisa turun pelayanan kesini,” harap Fatimah.

Selain itu, dia juga menyebut bahwa Deluna saat ini membutuhkan kereta anak agar bisa lebih mudah membawanya bermain. “Kami berharap perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.

Sebab berharap perhatian dari orangtua Deluna menurutnya tidak mungkin. Sejak lahir hingga saat ini mereka belum pernah memberikan nafkah. Jangankan memberikan nafkah, datang menjenguknya saja tidak pernah.

Sementara itu Kadus Luwuk, Sofian menerangkan bahwa Balita ini sejak dua minggu setelah dilahirkan ditinggalkan oleh ibunya ke Brunei Darussalam. “Sebelum lahir Deluna ini, orang tuanya bercerai, ketika Deluna ini masih di kandungan,” ungkap Sofian.

Semenjak saat itu hingga sekarang, orang tuanya tidak pernah menjenguk anaknya. Sehingga kini, Deluna hanya diantar oleh kakek dan neneknya, terkadang diantar warga ketika hendak menjalani terapi.

Sementara itu Kades Tempos, Sudirman mengatakan bahwa pihak dusun dan desa sudah memberikan perhatian dan bantuan kepada Deluna dan neneknya. “Kita berikan bantuan dari desa, disamping PKH, beras dan BPJS,” papar Sudirman.

Baru-baru ini, pihaknya juga telah memberikan bantuan berupa telur, susu, serta makanan lainnya. “Deluna juga mendapatkan pelayanan posyandu rutin dari kader dan Puskesmas. Selain itu, Deluna mendapatkan program pemberian makanan tambahan dan stunting dari Desa,” pungkasnya. Pihaknya berharap agar pemerintah daerah juga bisa memberikan intervensi untuk penanganan maksimal terhadap Deluna. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer