Lombok Barat (Inside Lombok) – Kegiatan Gawe Ninting resmi dibuka di Gegilen Sungai Meninting, Desa Membalan, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (15/10) pekan lalu. Tradisi ini digelar untuk menggali dan merevitalisasi nilai-nilai lokal serta pengetahuan tradisional masyarakat di kawasan sepadan Sungai Meninting.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh tokoh adat, pedande, dan masyarakat setempat. Ritual dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.30 Wita sebagai simbol pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan leluhur.
Gawe Ninting dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan dengan sejumlah rangkaian kegiatan, seperti kajian lingkungan di sepadan Sungai Meninting, pengarsipan kekayaan budaya, penulisan jurnal atau buku, lokakarya, dan pementasan seni.
Penanggung jawab kegiatan, Raden Lanang Kusuma Jati, mengatakan bahwa Gawe Ninting bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk mengingat kembali jati diri masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai yang mulai tergerus oleh arus modernisasi dan memperkuat kebanggaan akan identitas lokal,” ujarnya.
Tokoh adat setempat, Raden Moh Rais, menilai kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa warisan leluhur masih terus dilestarikan. “Ini membuat kami yakin bahwa warisan leluhur tidak akan hilang selama masih ada yang mau mendengar dan belajar,” katanya.
Melalui Gawe Ninting, para penyelenggara berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat terhadap identitas dan potensi lokal. Tradisi ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, wadah bertukar pengetahuan, serta bentuk kolaborasi masyarakat adat dalam merawat ingatan dan semangat kebersamaan.

