25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratGedung Budaya Narmada Mati Suri, Pemda Lobar Perlu Strategi Hidupkan Kembali

Gedung Budaya Narmada Mati Suri, Pemda Lobar Perlu Strategi Hidupkan Kembali

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kalangan DPRD Lobar soroti keberadaan Gedung Budaya Narmada yang dinilai tak pernah dimanfaatkan secara optimal. Bahkan kondisinya terkesan tidak terurus. Padahal, dalam RTRW Lobar, Kecamatan Narmada sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata eksotik atau budaya, karena paling banyak memiliki kesenian dan kebudayaan di antara kecamatan lainnya di kabupaten tersebut.

Jumahir, anggota dewan dapil Narmada-Lingsar, menegaskan pentingnya optimalisasi fungsi gedung yang kondisinya dinilai cukup memprihatinkan tersebut. Padahal menurutnya aset pemerintah tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi ruang ekspresi seniman lokal, sekaligus sebagai destinasi wisata budaya yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Sayang sekali kalau gedung sebesar dan sebagus itu hanya dibiarkan tidak termanfaatkan secara maksimal. Pemerintah harus punya strategi untuk menghidupkan kembali aktivitas seni dan budaya di sana,” saran anggota Komisi II DPRD Lobar tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar Pemda Lobar menggandeng komunitas seni, pelajar, dan pelaku UMKM dalam mengisi kegiatan di Gedung Budaya. Tak kalah pentingnya, menurut dia, upaya promosi yang lebih masif juga diperlukan agar gedung ini lebih dikenal luas, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. “Lebih-lebih di rancangan tata ruang wilayah kabupaten Lombok Barat, Kawasan Narmada Lingsar itu masuk zona untuk kawasan wisata eksotik, budaya,” jelasnya.

Bahkan dia juga menuturkan, pelatih kesenian Gamelan di daerah itu sampai melatih ke luar negeri, seperti ke Amerika Serikat, Inggris dan negara lainnya. Namun, ironisnya, Gedung Budaya yang seharusnya dapat menjadi ruang bagi mereka untuk bisa berekspresi, kini dalam kondisi memprihatinkan, sebab kurang terurus hingga banyak bagian yang mengalami kerusakan. “Kalau Gedung Budaya Narmada dimanfaatkan dengan baik, tentu warisan leluhur sampai generasi berikutnya bisa dilestarikan turun temurun,” terangnya.

Seharusnya, kata dia, kekayaan seni budaya di wilayah itu bisa ditampilkan di Gedung Budaya sebagai atraksi wisata yang disuguhkan kepada pengunjung. Agar sejalan juga untuk mendukung Narmada sebagai daerah budaya, sesuai dengan yang ada dalam RTRW.

“Pihak Pemda kan bisa secara bergiliran menampilkan kelompok kesenian di sana (Gedung Budaya, Red). Arahkan tamu-tamu untuk berkunjung menonton atraksi seni budaya di situ. Budaya ini kan bisa dikoneksikan dengan pengembangan wisata. Sebab yang namanya Budaya tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata,” tegas politisi asal Narmada ini.

Sejalan dengan itu, politisi Golkar ini menilai jika atraksi budaya ini dikolaborasikan dengan kegiatan CFN yang rencananya akan digelar Narmada, tentu dampaknya bisa menghidupkan daerah budaya itu dan para pelaku UMKM. “Itu (CFN, Red) bisa dikolaborasikan dengan atraksi budaya dan menghidupkan UMKM, pelaku usaha kecil, dengan membuat simpul tempat keramaian,” tandasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer