Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 10 kecamatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM nasional yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga 12 komoditas pangan strategis, terutama menjelang perayaan Maulid Nabi.
Kepala Dinas Pertanian Lobar, Damayanti Widyaningrum, mengatakan GPM ini diluncurkan bersamaan secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. “Kegiatan ini kami laksanakan di 10 kecamatan, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Tenten Tani, Bulog, Indomaret, Alfamart, UMKM, dan lainnya,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Menurutnya, GPM ini menjadi upaya konkret pemerintah untuk menekan harga kebutuhan pokok. Dengan harga barang dijual lebih murah dari harga pasaran. Meskipun acara dipusatkan di Kecamatan Narmada, GPM juga dilaksanakan di seluruh kecamatan lainnya di Lobar. “Kedepannya, untuk menyambut Maulid Nabi, pihak kami berencana menggelar roadshow dengan program Tenten Tani Keliling dan GPM,” tuturnya.
Pimpinan Bulog NTB, Sri Muniati, melalui Manajer Operasional dan Pelayanan Publik, Setiawan, menyatakan Bulog mendukung penuh GPM ini dengan mendistribusikan komoditas pangan. Salah satunya komoditas beras dengan harga lebih murah, yakni SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 70 ton di 10 kecamatan yang ada. “Setiap kecamatan di Lobar kami kirim 7 ton termasuk di Narmada,” ujarnya.
Lebih lanjut, GPM ini juga menjadi upaya stabilisasi harga, terutama untuk beras. Pasalnya harga beras di pasaran sekitar Rp13.000, sedangkan di GPM ini bulog menjual beras SPHP seharga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. “Tadi lumayan banyak warga yang beli. Selain beras, Bulog juga menyediakan minyak goreng Minyakita sebanyak 10 dus sudah habis terjual dan 50 kilogram gula pasir,” demikian. (dpi)

