Lombok Barat (Inside Lombok) – Event Pesona Ramadhan “Ngantih Bebuke” yang resmi diluncurkan akhir pekan kemarin di Giri Menang Park, Kecamatan Gerung, ramai dikunjungi masyarakat. Kegiatan ini digelar selama bulan Ramadhan sebagai pusat berburu takjil dan ngabuburit guna menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya dikeluhkan sepi serta mendorong perputaran ekonomi UMKM.
Sejak hari pertama pelaksanaan, puluhan pelaku UMKM menjajakan beragam kuliner lokal dan minuman berbuka puasa yang ludes sebelum azan magrib. Selain aktivitas jual beli, pengunjung juga menikmati atraksi kesenian yang ditampilkan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Lombok Barat sebagai hiburan gratis menjelang berbuka.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, bersama Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha turut hadir meninjau kegiatan tersebut dan berinteraksi dengan para pedagang. Bupati mengatakan, melalui event ini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ingin terus menghidupkan Kota Gerung sebagai pusat keramaian dan kebanggaan masyarakat setempat.
Meskipun di tengah keterbatasan kondisi fiskal daerah, ia menegaskan hal itu tidak menghalangi pemerintah untuk tetap produktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Alhamdulillah, perpaduan dua sistem itu, semuanya bisa menjadi survive. Saya yakin hanya satu-satunya Kabupaten Lombok Barat yang sejak Januari sudah mulai pembangunan untuk tahun 2026,” beber Ahmad Zaini, akhir pekan kemarin.
Ia menyebut kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci terselenggaranya kegiatan tersebut yang diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi pedagang dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Disparekrafpora Lombok Barat, Agus Gunawan, menilai event ini memiliki peran strategis sebagai media silaturahmi dan wadah penguatan UMKM lokal. “Kita harapkan ‘Ngantih Bebuke’ ini menjadi ikon seperti ngabuburit di kota-kota lainnya. Ini yang pertama di NTB, mudah-mudahan ke depan tidak hanya dinikmati oleh warga Lombok Barat, tapi seluruh masyarakat se-NTB bisa datang ke sini,” ujar Agus.
Agus menambahkan, melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, “Ngantih Bebuke” direncanakan menjadi agenda rutin tahunan yang mampu menarik wisatawan dan memperkuat perputaran ekonomi di wilayah Lombok Barat. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjaga nilai kebersamaan selama Ramadhan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

