25.5 C
Mataram
Sabtu, 14 Maret 2026
BerandaLombok BaratJaga Estetika, Pemkab Lobar Percantik Patung Ikonik dan Gerbang Perbatasan

Jaga Estetika, Pemkab Lobar Percantik Patung Ikonik dan Gerbang Perbatasan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) menyiapkan program pemolesan patung ikonik dan perbaikan gerbang perbatasan sebagai upaya mempercantik wajah daerah di pintu masuk dan wilayah perbatasan, pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga estetika Lombok Barat sebagai salah satu pintu masuk utama Pulau Lombok.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Lobar, Lalu Ratnawi, mengatakan fokus pembenahan diarahkan pada Patung Sapi di Gerung dan Narmada, serta sejumlah tugu monumen di titik strategis. Menurutnya, patung tersebut merupakan simbol sektor peternakan dan identitas lokal Lobar. “Patung Sapi di GMS dan beberapa tugu monumen di depan Pasar Narmada kita poles tahun ini,” ujarnya, Senin (12/01/2026).

Ratnawi menjelaskan, pemolesan dilakukan pada tampilan luar agar monumen yang selama ini kurang perawatan kembali terlihat megah dan estetik. Selain monumen, perhatian juga diberikan pada pembangunan dan perbaikan gerbang perbatasan yang dinilai sebagai wajah pertama Lombok Barat bagi wisatawan maupun masyarakat.

Ia menyebutkan, sesuai arahan Bupati Lobar, desain gerbang akan mengusung konsep khusus yang menonjolkan kekayaan budaya lokal. “Berdasarkan arahan pak Bupati, desain gerbang nantinya akan mengusung konsep khusus yang menonjolkan kekayaan budaya lokal,” jelasnya. Sekitar empat hingga lima titik gerbang direncanakan dibangun ulang atau diperbaiki total.

Prioritas pembangunan gerbang difokuskan pada wilayah perbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, termasuk kawasan Gerung, Mataram, dan Pusuk. Terkait anggaran, Ratnawi menyebut pembangunan gerbang akan diupayakan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). “Ada sekitar empat atau lima titik gerbang yang akan kita bangun ulang. Dan itu nanti Pak Bupati akan dari dana CSR,” ungkapnya.

Sementara itu, pemeliharaan rutin seperti pemolesan patung dan monumen eksisting dibiayai melalui anggaran pemeliharaan infrastruktur. “Itu cuma sedikit, bagian dari dana yang kita untuk melakukan pemugaran perbatasan itu kita ambil. Tinggal mengecat saja itu, tidak banyak,” pungkas Ratnawi.

- Advertisement -

Berita Populer