Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Gapuk dan Kebon Ayu, Gerung, Lombok Barat, dikeluhkan warga karena rusak parah pada musim hujan maupun kemarau. Jalan yang berada di depan SDN 1 Gapuk dan menjadi akses menuju Pustu itu dinilai vital sehingga membutuhkan penanganan segera.
Kepala Desa Gapuk, Nurdin, mengatakan pihaknya telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui Musrenbangcam dan selalu masuk prioritas utama. “Tahun lalu dan tahun ini juga masuk (prioritas). Tapi tahun ini tidak dikerjakan, padhal panjang jalan tidak sampai satu kilometer. Sekitar 800-900 meter,” beber Nurdin.
Ia menyayangkan perbaikan yang tidak kunjung direalisasikan, sementara desa lain seperti Banyu Urip mendapat pembangunan jalan dua kali dalam dua tahun berturut-turut. Menurutnya, desa tersebut bahkan memperoleh beberapa program lain seperti waduk, jaringan irigasi, RLTH dan pendampingan dari pemerintah daerah (Pemda).
“Harusnya jalan di desa kami yang dapat (perbaikan, Red) tahun ini. Sudah beberapa kali kami usulkan proposal,” imbuhnya.
Nurdin berharap pembangunan di wilayah Gerung dilakukan lebih merata, terutama karena Gapuk merupakan desa penyangga ibu kota bagian barat. Ia menilai sebagian besar alokasi anggaran lebih dari Rp100 miliar di pusat kota Gerung terserap untuk pembebasan lahan dan pembangunan fasilitas kota, sementara wilayah penyangga belum tersentuh. “Lebih ke pembebasan lahan Baital Atiq, alun-alun dan lainnya, itu sekitar Rp100 Miliar lebih,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur di desanya mendesak karena jalan tersebut juga menjadi akses ke Dasan Baru dan Suka Makmur, dilalui kendaraan pengangkut sampah, serta menunjang Mako Brimob dan rencana pembukaan perguruan tinggi kesehatan UIN. “Usaha dan ikhtiar kami (mengusulkan perbaikan) sudah maksimal, tapi secara tidak langsung besok Pemda pasti akan malu kalau fakultas UIN itu sudah beroperasi,” ujarnya.
Ia meminta Pemda menetapkan skala prioritas berdasarkan radius kota agar daerah penyangga tidak terkesan termarjinalkan. “Karena sekarang ini pembangunan ini lebih ke daerah (kota) bagian selatan, lebih ke timur. Pertanyaannya, yang ke barat ini ada tidak?” ketusnya.
Sekdis PU-TR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, menyatakan perbaikan jalan Gapuk akan diupayakan tahun depan. “Pasti (penanganan) kalau tahun depan untuk jalan di Gapuk,” ujar Ratnawi. Ia menjelaskan penanganan dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran, termasuk pemangkasan TKD hingga Rp305 miliar tahun depan.
Kepala Bappeda, Deny Arif Nugroho, menambahkan bahwa penanganan jalan tersebut masuk dalam perencanaan melalui skema usulan ke pemerintah pusat dan APBD. Ia memastikan laporan dari Kepala Desa Gapuk sudah diterima. “Kita rencanakan (penanganan),” tandasnya.

