24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratKena Sweeping Kotasi, Transportasi Online Dilarang Ambil Penumpang di Senggigi

Kena Sweeping Kotasi, Transportasi Online Dilarang Ambil Penumpang di Senggigi

Lombok Barat (Inside Lombok) – Koperasi Transportasi Wisata (Kotasi) Senggigi menolak transportasi online, kecuali Grab Car untuk masuk dan mengambil penumpang di kawasan wisata tersebut. Penolakan oleh ratusan sopir pariwisata di kawasan Senggigi ini pun sempat diwarnai sweeping dan pemasangan banner larangan.

Aksi sweeping ini disebut dipicu para pengelola transportasi wisata lokal Senggigi yang merasa dirugikan dengan kehadiran transportasi online tersebut. “Selama ini kami dari Kotasi Senggigi welcome saja dengan masuknya transportasi online di wilayah wisata Senggigi ini. Namun dikarenakan beberapa permasalahan yang menurut kami sangat tidak sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan bersama, yaitu tentang tarif dan pembatasan zona yang membuat kami sangat dirugikan,” ujar pengurus Kotasi Senggigi, Lalu Mustiadi.

Menurutnya, sistem yang dijalankan beberapa transportasi online berbeda dengan sistem manajemen dari Grab Car yang diizinkan untuk masuk mengambil penumpang di sana. “Kami dari komunitas transportasi lokal menghormati semua komunitas driver yang lain. Oleh karena itu perlu kita saling menghargai wilayah kerja masing-masing. Agar tercipta pemerataan secara menyeluruh, demi menjaga persaingan secara sehat dan menghindari gesekan yang tidak perlu antar komunitas yang ada,” terangnya.

Menurutnya, selama ini pihak Kotasi Senggigi memiliki paguyuban dan AD/ART yang harus ditaati dan dijalankan bersama. “Sampai kini transportasi online selain dari pada Grab Car Senggigi sangat jelas merugikan kami yang beroperasi di daerah wisata Senggigi ini. Dikarenakan harga yang tidak kompetitif,” ketusnya.

Hal senada juga diutarakan Nurudin, selaku Ketua Penasehat Kotasi Senggigi yang menilai dampak dari transportasi berbasis IT ini terhadap travel lokal di kawasan tersebut sangat signifikan. Karena itu, pihaknya bersama ratusan sopir transportasi wisata lainnya mengaku menolak masuknya transportasi online ke kawasan wisata unggulan Lobar itu. “Kami ingin memberdayakan masyarakat lokal di wilayah Senggigi ini. Sementara kalau transportasi online tidak memiliki batasan wilayah yang jelas,” ucapnya.

Sebagai bentuk penolakan, pihaknya pun sudah memasang banner di sejumlah titik strategis. Salah satu banner itu pun bertuliskan “Kami menolak taksi online di kawasan Senggigi, kecuali Grab Car Senggigi”. Kemudian di bagian bawah banner harus ditambahi tulisan “drop only”.

Ketua Transportasi Wisata Senggigi, Muh Tauhid menambahkan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah perhotelan dan akomodasi penginapan yang ada di wilayah Senggigi. Hasilnya, pihak hotel sudah sepakat dan akan menyampaikan kepada para tamu mereka agar menggunakan transportasi lokal Senggigi. “Karena ini sudah menjadi kesepakatan. Kalau sampai ada yang melanggar pasti akan kami peringatkan bahkan berikan sanksi sekalipun,” tandasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer