Lombok Barat (Inside Lombok) – Eks Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Makarim, belum lama ini ditetapkan sebagai tersangka pada program laptop berbasis chromebook. Bantuan ini dibagikan ke sekolah mulai dari TK hingga SMA di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar, M. Hendrayadi, mengatakan di Lobar jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut sebanyak 148 sekolah. Ratusan sekolah ini tersebar mulai dari TK hingga SMP. “Kita ada dapat bantuan chromebook pada zaman Pak Nadiem,” katanya.
Diterangkannya, selama ini bantuan chromebook tersebut hanya bisa digunakan untuk pelaksanaan ujian online. Karena chromebook yang diberikan harus tetap terkoneksi dengan jaringan internet sehingga bisa digunakan dengan maksimal. “Itu kan hanya untuk assessment nasional,” katanya.
Akan tetapi bantuan tersebut tidak bisa difungsikan maksimal di beberapa sekolah di Lobar. Pasalnya, di lokasi tersebut tidak memiliki jaringan internet yang kuat. “Secara faktor akan berfungsi. Ada beberapa sekolah yang jauh dari jaringan, sehingga tidak sesuai dengan spek yang dibutuhkan oleh sekolah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Muhali, meminta agar bantuan yang disalurkan ke sekolah disesuaikan dengan kebutuhan. Pasalnya, jika melihat bantuan chromebook dari pemerintah pusat pada tahun 2022 lalu tidak digunakan secara maksimal. “Banyak kebutuhan mendasar pendidikan yang bisa dipakai setiap hari. Jadi kedepannya ini masukan kami ke pemerintah pusat agar mengkaji memanfaatkan ke Pemda,” katanya.

