Lombok Barat (Inside Lombok) – Kepolisian menutup sementara area kolam renang Taman Narmada, Lombok Barat, setelah seorang pengunjung yang merupakan siswa SMPN 5 Lembar meninggal dunia akibat tenggelam, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 09.30 Wita. Penutupan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan guna mengungkap penyebab kejadian tersebut.
“Iya untuk kolam ditutup sementara, sudah kita police line,” ungkap Kapolsek Narmada, AKP I Kadek Ariawan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/12/2025). Ia menegaskan, penutupan hanya berlaku pada area kolam hingga proses penyelidikan selesai. “Kolam saja (yang ditutup), sampai selesai proses penyelidikan,” tegasnya.
Peristiwa tersebut bermula saat korban, M. Mukhlis Badrian (13), warga Dusun Penimbung, Desa Jembatan Kembar, Lembar, berkunjung ke Taman Narmada bersama puluhan siswa dan belasan guru dalam rangka program Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, “Tulak Jok Narmade”. Setelah berkeliling area taman, sekitar 12 siswa meminta izin berenang dengan didampingi tiga orang guru.
“Tidak lama setelah itu, korban terlihat berenang di kolam yang agak dalam. Sambil mengangkat kedua tangannya, korban menyelam ke dasar kolam,” kata Kadek menuturkan, berdasarkan keterangan saksi.
Korban kemudian tidak muncul ke permukaan dalam waktu cukup lama hingga guru pendamping meminta pertolongan petugas. Seorang pedagang di kawasan Taman Narmada menyelam dan membantu mengangkat korban, lalu dilakukan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke RS Awet Muda Narmada.
“Menurut keterangan pihak IGD rumah sakit Awet Muda Narmada, pada saat tiba di sana korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan dinyatakan sudah meninggal,” beber Kadek. Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi.
Kadek menyampaikan bahwa keluarga korban yang diwakili Kepala Dusun Penimbung menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. “Siang, sekitar pukul 12.30 Wita, jenazah korban dibawa menuju rumah duka,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Tripat, Wewe Anggraini, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat anak-anak bermain selam-selaman di kolam. “Pada saat kejadian, terdapat sekitar 12 siswa yang didampingi oleh empat orang guru. Petugas penyelamat atau life guard juga berada di area kolam,” jelas Wewe.
Ia menambahkan, pihak pengelola telah memberikan pertolongan pertama dan mendampingi keluarga korban, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Lombok Barat.

