25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratKomisi IV DPRD Lobar Minta Pemda Evaluasi Program Wisata Pendidikan “Tulak Jok...

Komisi IV DPRD Lobar Minta Pemda Evaluasi Program Wisata Pendidikan “Tulak Jok Narmade”

Lombok Barat (Inside Lombok) – Komisi IV DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kunjungan wisata pendidikan “Tulak Jok Narmade” menyusul insiden siswa SMPN 5 Lembar yang tenggelam di kolam renang Taman Wisata Narmada. Insiden tersebut terjadi saat kegiatan kunjungan sekolah ke kawasan wisata sejarah itu dan menewaskan seorang siswa.

Anggota Komisi IV DPRD Lobar, Muhammad Munip, menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa M. Mukhlis Badrian (13) pada Rabu (17/12). Ia menegaskan bahwa meskipun program “Tulak Jok Narmade” bertujuan mengedukasi siswa tentang sejarah dan budaya lokal, faktor keamanan dan keselamatan tidak boleh diabaikan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan pelajar dalam jumlah besar.

“Kami berharap semua siswa nanti diajak ke Narmada untuk edukasi wisatanya dapat, tetapi pengelola juga harus mempersiapkan segala fasilitas (keamanan, Red). Itu yang kami harapkan,” ujar Munip saat dimintai tanggapan, Jumat (19/12/2025). Ia menambahkan, “Jangan sampai nanti keselamatan itu menjadi dikesampingkan hanya karena untuk mengejar harapan program tercapai.”

Komisi IV DPRD Lobar merekomendasikan agar kegiatan kunjungan siswa ke Taman Narmada dihentikan sementara sampai ada jaminan keamanan dari pihak pengelola. “Saran kita ke Dikbud dengan kejadian ini, kami berharap kegiatan itu dievaluasi dulu. Artinya dihentikan dulu sementara, sampai betul-betul pihak penanggungjawab di Narmada itu membenahi segala fasilitas umum,” tegasnya.

Menurut Munip, masa penghentian sementara ini diperlukan agar pengelola Taman Narmada, PT Tripat, melakukan audit internal dan perbaikan fasilitas, seiring dengan penutupan sementara area kolam renang oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan. Ia juga menyoroti pentingnya fasilitas umum yang ramah anak dan standar keselamatan yang memadai di kawasan wisata.

“Fasilitas umum itu ramah anak, ramah terhadap keselamatan. Jangan sampai muncul lagi nanti kejadian yang tidak kita inginkan,” imbuh politisi PPP tersebut. Komisi IV DPRD Lobar menegaskan dukungan terhadap pengembangan wisata pendidikan, namun meminta adanya standar operasional prosedur yang lebih ketat antara sekolah, dinas terkait, dan pengelola wisata. Sementara itu, manajemen PT Tripat menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi sistem keamanan sesuai masukan dari berbagai pihak.

- Advertisement -

Berita Populer