24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratKONI Lobar Targetkan 89 Medali Emas pada Porprov NTB 2026

KONI Lobar Targetkan 89 Medali Emas pada Porprov NTB 2026

Lombok Barat (Inside Lombok) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat (Lobar) menargetkan meraih minimal 89 medali emas serta menempati posisi runner-up pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Target tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Lobar, Abubakar Abdullah, sebagai upaya mengembalikan prestasi daerah pada ajang olahraga provinsi.

Abubakar menjelaskan, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dana itu akan difokuskan untuk program pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang terstruktur dan berkelanjutan. “Target kita harus jelas, target minimal kita 89 emas, 35 perak dan 38 perunggu dengan target minimal runner-up pada Porprov,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan, target tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Bidang Prestasi (Binpres) dan seluruh cabang olahraga (Cabor). Target yang terukur dianggap penting sebagai dasar penyusunan strategi latihan, seleksi atlet, dan perencanaan anggaran. Abubakar menilai, perhitungan Rp5 miliar merupakan estimasi realistis yang diharapkan dapat disetujui Bupati dan Pemerintah Daerah Lobar.

Menurutnya, upaya meraih prestasi tidak hanya bergantung pada semangat juang dan latihan fisik, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur serta tim pendukung profesional.

“Untuk mewujudkan prestasi olahraga tidak cukup dengan semangat saja, tetapi butuh latihan yang sungguh-sungguh, kerja keras dan tentu tak lepas dari infrastruktur pendukung,” terangnya.

Selain fasilitas latihan, KONI Lobar juga menyoroti pentingnya dukungan kesehatan dan mental atlet. Oleh karena itu, mereka berencana menghadirkan tim terapis, tim medis, dan tim psikologi guna memastikan kondisi atlet tetap prima menjelang dan selama pertandingan. Abubakar pun mengajak seluruh pihak, termasuk Pemda Lobar, untuk berkolaborasi.

“Untuk mencapai target juara ini tidak bisa sendiri-sendiri atau masing-masing Cabor saja, namun butuh semangat kolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Binpres Pelatda KONI Lobar, Ahmad Quroni, menyebut target medali didasarkan pada tes ukur dalam instrumen Pelatda. “Konsep Pelatda ini desentralisasi di masing-masing Cabor. Itu yang kami optimalkan oleh pelatih masing-masing Cabor,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem Pelatda tetap dinamis dengan mekanisme promosi dan degradasi untuk menjaga kualitas atlet. Langkah ini dilakukan agar hanya atlet terbaik yang mewakili Lombok Barat pada Porprov NTB 2026.

- Advertisement -

Berita Populer