26.8 C
Mataram
Sabtu, 10 Januari 2026
BerandaLombok BaratOptimalisasi Mesin Masaro di Lombok Barat Mampu Olah Puluhan Ton Sampah per...

Optimalisasi Mesin Masaro di Lombok Barat Mampu Olah Puluhan Ton Sampah per Hari

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengoptimalkan pengoperasian dua unit mesin pengolahan sampah sistem Masaro (Manajemen Sampah Zero) yang berlokasi di Senteluk dan Lingsar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah menyusul pembatasan pembuangan ke TPA Kebon Kongok, dengan masing-masing unit memiliki kapasitas pengolahan hingga 20 ton sampah per hari.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, Masri Junihardy, menjelaskan bahwa secara teknis setiap unit Masaro dirancang untuk menampung sampah rumah tangga dan pelaku usaha dalam jumlah besar.

“Kapasitasnya itu mencapai 20 ton per hari untuk setiap titik. Jadi per-Masaro ini mampu mengolah 20 ton per hari, dengan durasi operasional selama tujuh jam per harinya,” jelas Junihardy saat dikonfirmasi, Rabu (07/01/2026).

Menurutnya, optimalisasi pengoperasian mesin Masaro telah dimulai sekitar dua minggu sebelum pergantian tahun baru sebagai antisipasi lonjakan volume sampah selama masa libur panjang. Durasi operasional tujuh jam per hari disesuaikan dengan ketersediaan tenaga kerja dan efisiensi mesin agar proses pemilahan serta pengolahan kimiawi dan mekanis berjalan optimal.

“Sehingga proses pemilahan dan pengolahan kimiawi atau mekanis di dalam sistem Masaro dapat berjalan maksimal tanpa membebani mesin secara berlebihan,” terangnya.

DLH Lobar juga memfokuskan pengelolaan rantai persampahan agar berjalan sesuai standar, mulai dari pengangkutan hingga pemrosesan akhir. Penempatan unit Masaro dilakukan berdasarkan pemetaan volume sampah dan kebutuhan wilayah layanan. Unit Masaro di Lingsar melayani Kecamatan Lingsar dan Narmada, sedangkan unit di Senteluk melayani Kecamatan Gunungsari dan Batulayar.

“Jadi, total ada empat kecamatan di wilayah utara yang saat ini sudah tertangani oleh sistem Masaro ini,” beber Junihardy.

Ia menambahkan, wilayah Batulayar dan Gunungsari merupakan pintu masuk utama pariwisata di Lobar sehingga keberadaan Masaro Senteluk dinilai strategis. Sampah dari aktivitas wisata, perhotelan, dan pasar di wilayah tersebut diarahkan ke Senteluk dengan dukungan armada pengangkut baru.

“Semuanya kita bawa ke sana (Masaro Senteluk). Jadi empat armada yang baru kemarin diberikan oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati itu kita fokuskan untuk wilayah utara. Khususnya untuk menangani sampah dari hotel-hotel dan pasar yang ada di wilayah Batulayar serta Gunungsari,” tuturnya.

Selain itu, tim ahli Masaro masih melakukan pendampingan di lapangan untuk melatih petugas terkait pemanfaatan dan pemilahan sampah. “Sampai saat ini dari tim Masaro tetap mendampingi semua lokasi-lokasi untuk melatih tenaga-tenaga kita dalam hal pemahaman, penggunaan, serta tata cara pengelolaan persampahan yang baik,” pungkasnya. Pendampingan ini diharapkan meningkatkan efektivitas sistem Masaro melalui kualitas pemilahan sampah yang lebih baik.

- Advertisement -

Berita Populer