25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPartisipasi Masyarakat Lobar Manfaatkan Program Periksa Kesehatan Gratis Masih Rendah

Partisipasi Masyarakat Lobar Manfaatkan Program Periksa Kesehatan Gratis Masih Rendah

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah masyarakat yang sudah memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) masih belum maksimal. Hal ini disebabkan karena masih ada yang merasa takut mengetahui penyakitnya dan menjadi bahan pikiran.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar menggencarkan sosialisasi Gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Dalam sosialisasi yang digelar, mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut. Bahkan di lokasi sosialisasi juga sudah disiapkan petugas kesehatan yang akan memeriksa kesehatan secara gratis.

“Sosialisasi germas yang salah satu programnya yaitu PKG. Dari 750 ribu lebih warga Lombok Barat yang sudah melakukan pemeriksaan kurang dari 1 persen,” katanya Rabu (11/6) pagi.

Masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan ini karena takut mengetahui jenis penyakitnya. Bahkan ia menduga, dengan melihat tingkat partisipasi, petugas kesehatan juga belum memeriksa kesehatannya.

“Masyarakat kita kadang-kadang takut kalau kita mau diperiksa kesehatannya dan terdeteksi penyakitnya itu menjadi pikiran. Makanya dia tidak mau.Kalau saya hitung kurang dari 1 persen, maka petugas kesehatan saja belum periksa kesehatan,” katanya.

Untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat memeriksa kesehatan ini yaitu petugas kesehatan harus jemput bola terutama ke sekolah. Pemeriksaan kesehatan bisa langsung ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA. Sedangkan untuk masyarakat umum, bisa memanfaatkan layanan posyandu. “Ini kan dari negara dan gratis. Nanti salah satu yang perlu saya instruksikan dan saya minta untuk kerjasamanya datangi supaya paling tidak datangi siswa yang ada di sekolah,” katanya.

Jemput bola atau mendatangi langsung sekolah atau masyarakat ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Karena meski diberikan secara gratis, kadang-kadang masyarakat malas untuk memeriksa kesehatannya. “Masyarakat itu kadang-kadang malas,” ungkapnya.

Komisi IX DPR RI, akan melakukan sosialisasi di 20 titik di Pulau Lombok. Artinya di setiap kabupaten akan dilaksanakan empat lokasi sosialisasi dengan melibatkan sekitar 600 peserta dari masyarakat hingga petugas kesehatan. “Nanti ada di Lombok Barat bagian tengah, Selatan dan dimana lagi dan nanti kita akan atur,” katanya.

Pemeriksaan gratis ini yaitu termasuk gula darah, kolesterol, asam urat, dan beberapa lainnya. “Termasuk tensi, banyak lah. Tapi memang tidak lengkap,” tegasnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, maka bisa mendeteksi lebih dini kondisi masyarakat. Selain itu bisa mengurangi kasus stunting. Apalagi di NTB kasus stunting terjadi kenaikan 29,8 persen. “Ini salah satu bagian dari program untuk menangani kasus itu,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer