Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menangani kelebihan kapasitas TPA Regional Kebon Kongok di tengah status darurat sampah. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan lintas pemerintah daerah pada Rabu (21/01/2026) di Lombok Barat. Langkah yang disepakati mencakup penanganan darurat jangka pendek hingga rencana pengelolaan sampah jangka panjang.
Prioritas utama saat ini adalah optimalisasi area TPA melalui pembangunan penembokan keliling guna mengatasi hambatan teknis pembuangan sampah. Langkah tersebut ditargetkan dapat mengembalikan jadwal pembuangan sampah ke kondisi normal tanpa pembatasan.
“Dalam waktu dekat akan dioptimalkan di situ, ada penembokan. Sehingga dalam waktu satu bulan, akan bisa melakukan pembuangan sebagaimana biasa. Normal, tidak pembatasan,” ujar Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
Selain perbaikan fisik, pemerintah daerah menyepakati skema pembiayaan bersama untuk penanganan TPA Kebon Kongok. Dalam skema tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram masing-masing menanggung 40 persen anggaran, sementara Pemkab Lobar sebesar 20 persen. LAZ menjelaskan perbedaan porsi anggaran tersebut.
“Kenapa kita sedikit? Pertama, karena lahan juga kita punya kontribusi di Kebon Kongok. Kalau mau sama boleh, tapi buang di daerah lain, jangan di tempat saya,” tegasnya.
Dalam pertemuan yang sama, Pemerintah Provinsi NTB juga menyampaikan rencana pembebasan lahan tambahan di sekitar TPA Kebon Kongok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daya tampung TPA tetap aman hingga sekitar dua setengah tahun ke depan sambil menunggu realisasi sistem pengelolaan sampah jangka panjang.
Selain penanganan mendesak, pemerintah daerah dan provinsi membahas rencana pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi Waste-to-Energy. Proyek tersebut diproyeksikan mulai beroperasi seiring berakhirnya masa pakai lahan cadangan, dengan tujuan mengolah sampah menjadi sumber energi dan mengurangi beban lingkungan di masa mendatang.

