Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat menyerahkan bantuan pangan darurat dan menyiapkan program modal usaha tanpa bunga bagi ratusan kepala keluarga nelayan terdampak cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Batulayar hingga Sekotong, pada momentum cuti bersama kemarin. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai respons atas kondisi krisis yang dialami warga pesisir akibat tidak dapat melaut.
Distribusi bantuan mencakup ratusan paket beras cadangan pangan yang disalurkan di sejumlah titik, yakni Desa Meninting sebanyak 477 paket, Desa Batulayar Barat 102 paket, Desa Senteluk 109 paket, dan Desa Batulayar Induk 50 paket. Penyaluran kemudian dilanjutkan ke wilayah pesisir lainnya di Lombok Barat.
Selain beras, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan logistik berupa mie instan, air mineral, dan makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tidak melaut akibat cuaca buruk.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berdialog dengan salah seorang nelayan di Desa Meninting dan menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Saya tidak ingin ada warga yang sampai kelaparan karena cuaca buruk ini. Saat laut tidak bersahabat, Pemerintah harus menjadi sahabat pertama yang hadir membantu,” lugas LAZ, di hadapan warga.
Ia menyatakan pengawasan kondisi sosial ekonomi nelayan akan terus dilakukan secara intensif oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga cuaca dinyatakan aman untuk kembali melaut. LAZ juga mengakui bantuan pangan bersifat sementara, sementara persoalan yang kerap muncul saat cuaca tak menentu adalah jeratan hutang rentenir.
Untuk itu, Pemkab menyiapkan program modal usaha tanpa bunga bagi nelayan dan ibu-ibu di wilayah pesisir sebagai alternatif penghasilan.
“Jangan sampai karena tidak melaut, bapak ibu malah terlilit hutang yang mencekik. Kami siapkan modal usaha tanpa bunga. Manfaatkan ini agar ekonomi keluarga tetap berputar meski badai sedang melanda,” pesannya. Program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi keluarga nelayan selama masa cuaca ekstrem.

