Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan penebaran benih ikan di Bendungan Meninting, Rabu (29/10), sebagai langkah awal menghidupkan potensi destinasi wisata baru di wilayah tersebut. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat, Nurul Adha yang akrab dipanggil UNA menyebut penebaran benih ikan sebagai simbol harapan bagi masa depan lingkungan, ekonomi, dan gizi masyarakat.
UNA mengatakan penebaran benih ikan memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai upaya menjaga ekosistem air dan keberlanjutan pengairan di berbagai daerah irigasi. “Bendungan Meninting ini menjadi harapan besar untuk mengalirkan air ke berbagai daerah irigasi, tidak hanya di Gunungsari dan Lingsar, tetapi juga hingga ke wilayah Lombok Tengah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga berdampak langsung terhadap peningkatan gizi masyarakat. Ia berharap program semacam ini dapat dijalankan secara berkelanjutan. “Dari ikan, kita bisa memberikan gizi yang baik untuk anak-anak kita. Jadi, benih ikan yang kita tebar hari ini juga menjadi simbol harapan bagi masa depan generasi kita,” jelasnya.
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penurunan Kemiskinan Daerah (TKPKD), UNA menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam menekan angka kemiskinan dan stunting. “Mari kita bekerja sama dan berkolaborasi. Semoga penebaran benih ikan hari ini tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta memperbaiki gizi anak-anak kita,” katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat, Ayu Indra Rukmana Zaini, turut mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini kita dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi keluarga, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pihak dalam mewujudkan Lombok Barat yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat upaya penurunan kemiskinan dan stunting. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, ISPI, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut agar program berbasis potensi lokal dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

