24.5 C
Mataram
Senin, 2 Februari 2026
BerandaLombok BaratPenggunaan Boraks Masih Ditemukan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Makanan

Penggunaan Boraks Masih Ditemukan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan Makanan

Mataram (Inside Lombok) – Hasil dari pemeriksaan di lapangan, petugas masih menemukan adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya. Salah satu bahan berbahaya masih digunakan oleh masyarakat yaitu boraks.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan dalam pengamanan makanan dari bahan berbahaya ini tidak hanya dari Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). Namun, pengawasan makanan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk Dinas Pendidikan dan sektor lainnya.

“Selama ini tidak hanya di Dikes tapi terlibat semua OPD di pengawasan makanan ini dan keamanan pangan,” katanya Kamis (20/3) pagi. Keamanan pangan ini merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Dinas Pendidikan misalnya terlibat dalam pengawasan keamanan pangan ini. Karena makanan atau jajanan banyak dijual di kantin-kantin sekolah.

“Posisi pangan-pangan kita ini banyak di sekolah. Di pasar juga masuk semua di situ,” katanya. Tahun 2025 ini memiliki konsep kota sehat. Dengan adanya konsep ini, lingkungan yang akan dibentuk yaitu dengan memperhatikan kesehatan. “Nanti ada kantor sehat, pasar sehat, sekolah sehat dan lainnya,” lanjutnya.

Untuk pasar sehat sendiri sambung Emirald sudah mulai dengan pembentukan unit pelayanan kesehatan perkantoran (UPKP). Selain itu, di lingkungan sekolah nanti akan dimaksimalkan peran unit kesehatan sekolah (UKS) yang ada. “Kita akan berdayakan UKS itu tidak hanya untuk pemberdayaan dokter cilik tapi seluruhnya di lingkungan sekolah itu agar sadar akan kesehatan,” katanya.

Menurut Emirald, kesadaran akan kesehatan bukan hanya tentang penyakit melainkan pola hidup yang diterapkan. Misalnya memilih makanan yang akan dikonsumsi serta memperhatikan lingkungan demi kesehatan mental. “Pola hidup, makan yang dikonsumsi, lingkungan karena disitu yang akan kita kemas. Sekolah sehat juga,” katanya.

Makanan yang dikonsumsi, masyarakat disarankan untuk memperhatikan kemasannya. Jika makanan dalam bentuk kaleng diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan yang kalengnya penyok. Karena dikhawatirkan kemasan yang rusak akan mempengaruhi kualitas makanan tersebut. “Kebersihan, bagaimana kemasan. Ini yang paling simple yaitu penyajiannya. Kita lakukan edukasi dapur yang sehat. Pilih kemasan yang tertutup dan lainnya,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer