31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPenguatan Profesionalisme Guru Dinilai Jadi Pilar Utama Peningkatan Mutu Pendidikan

Penguatan Profesionalisme Guru Dinilai Jadi Pilar Utama Peningkatan Mutu Pendidikan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha menilai penguatan profesionalisme guru sebagai pilar utama dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan Hari Guru Tahun 2025 dan 80 tahun PGRI di Lombok Barat, Senin, sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, Nurul Adha menyampaikan penghargaan kepada para guru yang dinilai terus menjaga integritas dan ketekunan dalam memperjuangkan mutu pendidikan. Ia menyebut momentum peringatan 80 tahun PGRI sebagai perjalanan panjang yang mencerminkan keteguhan para pendidik dalam menjaga martabat profesi dan membentuk masa depan generasi bangsa.

“Karena ketulusan, ketekunan, dan integritas guru menjadi fondasi yang menyangga harapan besar bangsa, menuju Indonesia emas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dedikasi guru menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan di daerah maupun nasional. “Atas dedikasi, kesabaran, dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya, kami menyampaikan penghargaan yang paling tulus kepada seluruh guru Indonesia,” ungkapnya.

Nurul Adha juga menilai peran guru sebagai pelita bagi masa depan bangsa dan menekankan pentingnya kolaborasi dengan PGRI untuk memperkuat kualitas pendidikan. “Bersama PGRI, kita membangun pondasi kokoh untuk memastikan transformasi pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan guru di lapangan. Karena dari peran ini lah lahir dialog yang jujur, kebijakan yang responsif, dan solusi nyata bagi dunia pendidikan,” harapnya.

Ia berharap PGRI tetap menjadi wadah yang solid, profesional, inovatif, dan adaptif dalam melahirkan guru-guru tangguh. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Lombok Barat atas kontribusi mereka dalam membentuk karakter generasi muda.

“Bapak dan ibu (guru, Red) adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Namun jejak pengabdian itu abadi dalam setiap anak yang tumbuh percaya diri, dalam setiap mimpi yang menyala kembali, dan dalam setiap harapan yang lahir dari ruang-ruang kelas di seluruh pelosok daerah ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer