Lombok Barat (Inside Lombok) – Event sport tourism Dewi Pakuan Forest Trail Run sukses memadukan tantangan fisik dengan promosi keindahan alam di kawasan yang disebut menjadi jantungnya Narmada, Lombok Barat tersebut. Ibarat pepatah “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui” seolah dapat menggambarkan kemeriahan Dewi Pakuan Forest Trail Run yang digelar pada akhir pekan kemarin.
Diikuti oleh kurang lebih 240 pelari, mereka ditantang untuk menaklukkan trek sepanjang 7 kilometer dengan medan yang bervariasi. Mulai dari tanjakan berlumpur di tengah hutan rindang, kawasan pemukiman, jalan aspal, hingga susur sungai. Meski menguras tenaga dan adrenalin, rasa lelah peserta terbayar lunas di kilometer terakhir.
Suara gemericik sungai yang jernih dan kemegahan air terjun Batu Santek menjadi suguhan penutup. Banyak pelari menyempatkan diri berswafoto atau sekadar membasuh wajah dengan air yang mengalir langsung dari pegunungan yang begitu segar, sebelum mereka akhirnya mencapai finish.
Ketua Pokdarwis Desa Pakuan, Ratnadi, menjelaskan bahwa even ini merupakan kolaborasi dengan komunitas Narmada Runners. Yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata di Desa Pakuan. “Peserta berasal dari berbagai komunitas seperti Runjani, Runners Gerung, hingga pelari dari Lombok Timur,” beber Ratnadi, Minggu (10/01/2026).
Dari lokasi yang sama, Lalu Marta Kusuma, salah satu peserta dari komunitas Berari menyampaikan pujiannya untuk event Dewi Pakuan Forest Trail Run ini. “Ini saya rasa cukup menarik. Bisa memperkenalkan alam desa di sini yang begitu sejuk dan indah menurut saya. Saat masuk di kawasan hutan itu udaranya segar banget, larinya enjoy, enak jalurnya. Dan ditambah tadi air terjun yang sangat menakjubkan,” ungkap Marta.
Tingginya minat peserta juga diakui oleh Marta. Ia mengaku antusiasme anggotanya dari komunitas Berari sangat besar meski terkendala kuota. “Saya sebenarnya mengajukan lebih dari 30 anggota. Namun karena kuota terbatas, hanya 30 orang yang bisa ikut,” tuturnya.
Event berbasis sport tourism seperti ini terbukti efektif menjadi ajang promosi pariwisata daerah. Selain menyehatkan, kegiatan ini mampu mengangkat nama desa wisata di Lombok Barat ke kancah yang lebih luas melalui pengalaman langsung para pelari.

