28.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaLombok BaratTekan Stunting, Pemkab Lombok Barat Perkuat Peran Bidan Asuh

Tekan Stunting, Pemkab Lombok Barat Perkuat Peran Bidan Asuh

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat peran Bidan Asuh sebagai strategi percepatan penurunan angka stunting, khususnya pada balita berisiko. Upaya ini dilakukan melalui pembekalan dan monitoring berkelanjutan terhadap Bidan Asuh di seluruh wilayah Lombok Barat.

Wakil Bupati Lombok Barat sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Nurul Adha, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Ia menyebut pemberian susu khusus bagi anak stunting merupakan bagian dari proses pemulihan, namun bukan solusi instan.

“Pemberian susu khusus untuk anak stunting tidak serta-merta langsung menyembuhkan kondisi tersebut. Namun setidaknya dapat membantu meningkatkan tinggi dan berat badan anak sebagai bagian dari proses pemulihan,” jelasnya.

Nurul Adha juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di Lombok Barat. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama agar target penurunan stunting dapat tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Erni Suryana, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Oleh karena itu, peran Bidan Asuh dinilai sangat krusial sebagai garda terdepan dalam intervensi dini dan pendampingan.

Ia mendorong penguatan pemantauan mulai dari ibu hamil hingga calon pengantin melalui sistem pendampingan yang tepat sasaran. “Mari kita perkuat pemantauan, khususnya mulai dari ibu hamil hingga calon pengantin. Dengan mengkondisikan sistem pendampingan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Pemkab Lombok Barat berharap penguatan peran Bidan Asuh ini dapat mendukung program kesehatan secara terintegrasi dan berbasis data, guna mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

- Advertisement -

Berita Populer