Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bendungan Batujai di Kabupaten Lombok Tengah direncanakan menjadi hub atau terminal induk pesawat amfibi (water plane) yang dilirik PT Aman Air untuk mendukung konektivitas penerbangan wisata dari Lombok Tengah ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana tersebut disampaikan saat kunjungan pihak investor bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ke Bendungan Batujai, Kamis (18/12).
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan Bendungan Batujai ditargetkan menjadi pusat konektivitas penerbangan wisata. “Konsepnya adalah hub. Dari Bendungan Batu Jai, pesawat akan melayani rute ke Benoa, Benete, Gili, Mandalika, Gili Trawangan, Gili Meno, Teluk Saleh, hingga sejumlah destinasi lain,” ujar Pathul.
Ia menyebut konsep tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dengan pola penerbangan khusus pariwisata premium. “Kita sambut baik rencana ini, informasi ini juga sudah diketahui oleh pak Gubernur,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil President PT Aman Air Daniel Dwi Ananta mengatakan pengoperasian pesawat amfibi ditargetkan mulai kuartal dua tahun 2026. Sebelum operasional, pihaknya akan membangun infrastruktur pendukung di kawasan Bendungan Batujai.
“Kami akan bangun Dermaga dan Hanggar untuk perawatan dan penyimpanan pesawat. Hanggar ini untuk maintenance dan penyimpanan pesawat kami. Semuanya akan dibangun di area Bendungan Batu Jai,” katanya.
Daniel menjelaskan luas lahan yang disiapkan sekitar setengah hektare dan dipastikan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kondisi perairan, termasuk keramba dan aktivitas nelayan setempat. Pihaknya juga akan mendatangkan dua armada pesawat amfibi tipe twin engine yang direncanakan mulai didatangkan pada tahun depan.
Pesawat tersebut memiliki kemampuan terbang hingga empat jam sehingga dapat menjangkau wilayah NTB, Bali, hingga NTT. “Ini rute penerbangan domestik kita hanya sebagai penerbangan khusus tourism. Loteng ini cukup strategis karena dekat dengan bandara Loteng dan juga air tawar sehingga mudah untuk maintenance,” tandasnya.
Terkait perizinan, PT Aman Air saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Air Navigasi untuk mendukung rencana pengoperasian pesawat amfibi di Bendungan Batujai.

