Lombok Tengah (Inside Lombok) – Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Tengah (Loteng) memastikan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai melakukan pembenahan fasilitas, termasuk pemasangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), setelah sebelumnya ditutup sementara karena belum memenuhi standar. Pemantauan dilakukan langsung di sejumlah titik dapur pelayanan gizi pada Senin (6/4/2026).
Koordinator Wilayah BGN Loteng, Muhammad Ihsan, mengatakan pihaknya meninjau puluhan SPPG yang tersebar di 12 kecamatan untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Kita ingin menekankan kepada seluruh mitra SPPG untuk berkomitmen dalam pemenuhan standar fasilitas SPPG, seperti pembenahan IPAL dan SLHS,” katanya.
Dari hasil pemantauan, sejumlah mitra telah mulai melakukan pembenahan meski masih ditemukan beberapa kekurangan. “Kami ingin memastikan komitmen dan keseriusan para mitra SPPG dalam membenahi dan melengkapi sarana maupun prasarana SPPG agar sesuai dengan standar BGN RI,” tegasnya.
Ia menjelaskan, langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengaktifan kembali SPPG yang sebelumnya ditutup, sehingga pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal. “Kami lihat mitra sudah mulai berbenah dengan memasang IPAL dan mendaftarkan penerbitan SLHS,” imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan waktu operasional kembali SPPG tersebut karena menjadi kewenangan BGN pusat. “Kami sudah melaporkan melalui web dan nanti BGN akan menilai mana SPPG yang sudah layak untuk beroperasi kembali. Kami sudah melaporkan ke BGN hasil kami turun ke lapangan,” tandasnya.

