Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menyalurkan 2.000 paket perlengkapan sekolah kepada siswa di wilayah sekitar operasional bandara di Lombok Tengah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Airports Cerdaskan Bangsa yang bertujuan mendukung pemerataan fasilitas pendidikan.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah sekitar bandara.
“Melalui Program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa, kami berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung semangat belajar para siswa serta memberikan akses yang lebih merata terhadap sarana pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi simbol dukungan bagi generasi muda untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Bantuan ini bukan sekadar paket perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi simbol semangat belajar serta komitmen bersama dalam menumbuhkan generasi yang berdaya dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.
Penyaluran bantuan menyasar tiga desa di sekitar bandara, yakni Desa Penujak, Desa Tanak Awu, dan Desa Batujai. Selain itu, pihak bandara juga berencana memperluas penyaluran bantuan ke wilayah utara bandara.
“kita juga akan sasar sebelah utara bandara saran dari pak Bupati akan kita laksanakan, kalai di SDN 2 Tanak Awu kita bagi 291 paket perlengkapan sekolah,” tandasnya.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengapresiasi kepedulian BIZAM terhadap masyarakat sekitar bandara, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan.
“ini betul kepedulian Bandara yang telah lama beroperasi di Loteng, tapi tentu tidak cukup di sini saja tolong perhatikan juga di wilayah utara bandara perlu diidentifikasi, tidak hanya di SD saja tapi ada Ibtidaiyah,” kata Pathul.
Ia juga mengingatkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga keberadaan bandara sebagai pintu masuk utama ke Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat. “Bandara ini bukan hanya milik orang perorangan tapi milik bersamaan maka harus dijaga,” tandasnya.

