24.5 C
Mataram
Jumat, 27 Februari 2026
BerandaLombok TengahBupati Loteng Sebut Sedimentasi dari Pengerukan Bukit Ilegal Picu Banjir

Bupati Loteng Sebut Sedimentasi dari Pengerukan Bukit Ilegal Picu Banjir

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan sedimentasi yang menutup drainase di kawasan Mandalika diduga berasal dari pengerukan bukit secara ilegal, sehingga memicu banjir di sejumlah wilayah beberapa hari lalu. Banjir dilaporkan terjadi di Kuta Mandalika serta wilayah Praya Timur, Praya Barat, Pujut, dan kawasan selatan Loteng setelah hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari.

“Sedimentasi yang terbawa arus itu kemarin kan langsung turun untuk dibersihkan kita minta sama orang-orang yang mempunyai alat berat itu untuk membantu,” ujar Lalu Pathul Bahri, Kamis (26/2).

Ia menyatakan bukit yang dikeruk merupakan lahan milik masyarakat yang diduga telah diperjualbelikan kepada pihak tertentu. Menurutnya, aktivitas pengerukan dilakukan tanpa izin sehingga pemerintah daerah akan memanggil pihak-pihak terkait. “Nanti kita akan panggil, Saya sudah minta Staf Ahli untuk menginventarisir, ini lah penyebab penyebabnya (sedimentasi) kita juga jengkel dan kita dirugikan mereka,” katanya.

Selain sedimentasi, Lalu Pathul Bahri menyebut curah hujan tinggi selama sekitar lima hari turut memperparah kondisi genangan di Kuta Mandalika dan sekitarnya. “Kemarin itu juga intensitas hujan yang panjang, kalau kita hitung itu hujan lima hari ya, hari ini baru ada cerahnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan banjir berdampak pada ribuan warga yang rumahnya kemasukan air dan mengungsi. “tidak di kuta saja Itu banyak di kecamatan Praya Timur, Pujut, kemudian di pinggir wilayah selatan Loteng juga, jadi ini karena curah hujan juga sangat tinggi. Kemarin kita juga sudah turun bersama semua instansi alhamdulillah pelan-pelan kita tangani,” imbuhnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat bersama menjaga lingkungan dan bergotong royong membersihkan drainase guna mencegah kejadian serupa. “Kita harap masyarakat dan pemerintah bekerja sama menjaga, ke depan tentu kita akan kita pikirkan nanti kita desain dan kita inventarisasi titik-titiknya,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer