Lombok Tengah (Inside Lombok) – Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah (Loteng), Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menyatakan pihaknya akan mengusulkan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Loteng sebagai bagian dari program strategi nasional Presiden untuk meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat. Program tersebut ditujukan bagi daerah yang masih minim infrastruktur, terutama wilayah yang mengharuskan warga menyeberangi sungai tanpa jembatan.
Karimmuddin menjelaskan, program pembangunan jembatan dilatarbelakangi masih adanya daerah yang belum memiliki akses infrastruktur memadai sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang harus menyeberangi sungai saat berangkat ke sekolah.
“Program ini merupakan strategi nasional dari Bapak Presiden. Di beberapa wilayah masih ada anak-anak yang harus menyeberang hanya menggunakan tali karena belum ada jembatan. Karena itu pemerintah berupaya membangun jembatan penghubung,” ujar Karimmuddin.
Ia mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menyasar wilayah di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, terutama untuk menghubungkan desa. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak serta mendukung aktivitas masyarakat seperti petani dan pelaku usaha di daerah.
Di Loteng, Kodim 1620/Loteng masih melakukan survei untuk menentukan titik pembangunan yang paling membutuhkan akses jembatan. Sejauh ini, lokasi yang telah ditinjau berada di wilayah utara Loteng, sementara survei juga akan dilakukan di wilayah selatan.
“Di Loteng nanti kita survei dulu. Target kita setiap bulan ada dua titik pembangunan jembatan sampai kebutuhan akses masyarakat bisa terpenuhi,” jelasnya.
Karimmuddin menambahkan, jenis jembatan yang akan dibangun akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain jembatan gantung, jembatan beton, maupun jembatan tipe Aramco.
“Semua tergantung karakteristik lokasi. Bisa saja jembatan gantung, jembatan beton, atau jembatan Aramco. Nanti kita lihat struktur yang paling cocok untuk dibangun,” pungkasnya.
Ia membeberkan bahwa anggaran program pembangunan jembatan tersebut berasal dari pemerintah pusat. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat ikut bergotong royong dalam proses pembangunan. “kami sebagai prajurit siap melakukan program yang diperintahkan oleh pimpinan,” tandasnya.

