Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan tenaga kesehatan honorer yang kontraknya tidak diperpanjang akan kembali dipekerjakan sebagai tenaga profesional sesuai kebutuhan layanan di RSUD dan puskesmas. Skema pengangkatan dilakukan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kepala Dinas Kesehatan Loteng, Dr. Suardi, mengatakan jumlah tenaga honorer yang terdampak mencapai sekitar 200 orang di RSUD dan 155 orang di seluruh puskesmas di Lombok Tengah. “Mereka memang diputus kontraknya jadi honorer tapi nanti akan berkontrak lagi dengan BLUD,” ujar Suardi kepada media, Selasa (13/1).
Meski demikian, besaran gaji tenaga kontrak tersebut belum ditetapkan karena masih menunggu aturan internal BLUD. Suardi menegaskan proses rekrutmen akan dilakukan secara profesional. “Nanti tetap akan di seleksi secara profesional, seleksi nanti akan ada juknisnya termasuk akan mengikuti CAT,” imbuhnya.
Suardi memastikan seluruh tenaga honorer yang diputus kontraknya akan terserap kembali, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas dan RSUD masih tersedia. “Apalagi kita masih butuh tenaga di Puskesmas Pengembur kan masih kosong dan nanti rumah sakit di Kopang, nanti semuanya terserap, yang jadi dokter kemudian bidan, dan perawat,” terangnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Loteng juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pemenuhan sarana dan prasarana puskesmas. Saat ini terdapat 29 puskesmas di Lombok Tengah dan akan bertambah menjadi 30 unit. “Tahun ini kita kerjakan tiga puskesmas, insyaallah tahun depan ini kita usahakan dua tapi sesuai dengan kemampuan anggaran,” tandasnya.
Ia menambahkan, prototipe puskesmas yang dibangun telah disesuaikan dengan standar Kementerian Kesehatan, termasuk fasilitas rawat jalan, rawat inap, dan fasilitas pendukung lainnya. “Itu standar dari pusat supaya sarana dan prasarana lebih bagus, dari sisi pelayanan juga harus lebih bagus,” pungkasnya.

