Lombok Tengah (Inside Lombok) — Pemerintah Daerah Lombok Tengah memberikan klarifikasi terkait batalnya penampilan Band Geisha dan Bapack Guru pada puncak perayaan Bau Nyale di Pantai Seger, Kecamatan Pujut, Jumat (7/2). Pembatalan tersebut disebut berkaitan dengan faktor cuaca dan aspek keselamatan, sementara pada puncak acara juga dilaporkan tidak ditemukan nyale.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya belum menyampaikan penjelasan resmi secara detail karena hiburan pada puncak Bau Nyale dikelola oleh pihak ketiga.
“Ini belum resmi ya kita jelaskan, kita terus koordinasi dengan Event Organizer karena EO yang tangani hiburan. Kalau kita lihat kemarin itu kan hujan dan angin kencang, peralatan kan terendam air,” ujarnya, Senin (9/2) di Praya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu risiko keselamatan jika acara tetap dilanjutkan. “Kabel-kabel yang di bawah itu juga kemarin sudah memercikkan api, itu yang dibungkus oleh tim Dinas Perhubungan, tapi nantilah kita jelaskan secara resmi,” imbuhnya.
Wiranata menyebut secara umum pelaksanaan Bau Nyale tetap berjalan karena hiburan telah digabung dalam satu paket meski tidak seluruh talent tampil. “Tapi dari awal kan sudah ada hiburan seperti Betank, ada band pembuka. Kalau kita terus jalan riskan karena belum ada sound system yang tidak berlubang,” katanya.
Pemerintah Daerah Lombok Tengah menggelar rangkaian Bau Nyale di empat lokasi, yakni Praya Barat Daya di Torok Aik Belek, Praya Barat di Selong Belanak dan Lancing, serta Kecamatan Pujut di Pantai Seger, Bumbang, dan Awang. “Selain untuk memecah massa supaya tidak menumpuk di Pantai Seger maka kita buat di lokasi yang empat itu,” tandasnya.
Sementara itu, pada puncak Bau Nyale dilaporkan tidak ada nyale yang ditangkap. Kondisi tersebut diduga terkait penetapan waktu puncak Bau Nyale yang perlu dievaluasi. “Kalau kita melihat trennya kadang tepat kadang tidak tepat, maka ada istilahnya nyale penyuluh awal-awal yang sedikit itu ada nyale poto, makanya orang tua kita membuat rentang waktu sekitar dua minggu,” pungkasnya.

