Lombok Tengah (Inside Lombok) – Asosiasi Kecimol Nusa Tenggara Barat (AK NTB) mendesak Bupati Lombok Tengah (Loteng) untuk memecat Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Lalu Sungkul, dari jabatannya. Desakan ini muncul setelah pernyataan Sungkul yang dinilai menyinggung kelompok kesenian kecimol dengan menyebut bahwa kesenian tersebut bukan bagian dari budaya Lombok.
Ketua AK NTB, Suhardi, mengatakan pernyataan tersebut membuat para pelaku seni kecimol merasa tersinggung dan menimbulkan keresahan di kalangan mereka. “Kami meminta kepada DPRD Loteng untuk memecat Kadis Pariwisata atau mengundurkan diri dari jabatannya karena membuat kami tersinggung,” katanya saat aksi di Kantor DPRD Loteng, Selasa (21/10).
Suhardi menilai pernyataan Lalu Sungkul bersifat tendensius dan diskriminatif terhadap kelompok kecimol. Ia menyarankan agar Kadis Pariwisata lebih memahami keberadaan dan nilai kesenian tersebut. “Kami ini siap dibina, bukan malah membuat pernyataan diskriminatif begitu,” tegasnya.
Selain menuntut pemecatan, AK NTB juga meminta Lalu Sungkul menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Suhardi menyebut, aksi di DPRD itu baru diikuti beberapa kelompok kecimol, namun mereka siap mengerahkan lebih banyak massa jika tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah. “Kami minta dengan baik-baik, kami hanya ingin dibina, bukan disebut seperti yang dikatakan Lalu Sungkul,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengawas AK NTB, Kamarudin atau yang akrab disapa Amaq Mila, juga menilai pernyataan Lalu Sungkul sebagai bentuk sikap tendensius. Ia menegaskan bahwa kecimol merupakan ekspresi seni yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. “Kecimol ini adalah cara kami berseni, ini adalah musik kontemporer yang sudah hidup dan diterima oleh masyarakat,” katanya.
Kamarudin menambahkan, kelompoknya tidak ingin diperlakukan seolah-olah menyimpang dari budaya lokal. “Kami lahir sejak 20 tahun yang lalu, tetapi kenapa sekarang kami dibicarakan, dicemooh bahkan ingin dibubarkan. Kami juga ingin hidup seperti anda,” ujarnya. Ia pun mendesak pemerintah daerah segera memberhentikan Lalu Sungkul dari jabatannya sebagai Kadis Pariwisata Loteng.

