25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahIndikasi Judi Online Tidak Terbukti, Dinsos Loteng Batalkan Pencoretan 22 Penerima PKH...

Indikasi Judi Online Tidak Terbukti, Dinsos Loteng Batalkan Pencoretan 22 Penerima PKH dan BPNT

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membatalkan pencoretan 22 penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelumnya diduga terlibat transaksi aplikasi judi online. Keputusan ini diambil setelah verifikasi lapangan menunjukkan bahwa dugaan tersebut tidak memiliki bukti kuat.

Kepala Dinsos Loteng, Masnun, menjelaskan hasil penelusuran menunjukkan transaksi pada sejumlah rekening bukan dilakukan oleh pemilik bantuan.

“Setelah kami telusuri, banyak rekening itu bukan digunakan oleh pemilik bantuan. Ada yang dipakai cucunya karena penerimanya kan lansia, tidak mungkin main game online dengan nominal kecil seperti Rp25 ribu. Jadi indikasinya tidak bisa langsung kita simpulkan sebagai judi online,” kata Masnun, Jumat (21/11).

Ia menambahkan sebagian rekening ATM disimpan atau digunakan oleh anggota keluarga lain sehingga aktivitas transaksi tidak selalu berasal dari penerima bansos. Beberapa penerima juga menyatakan kesediaan untuk dihentikan dari program apabila terbukti menyalahgunakan bantuan.

“Namun setelah kami konfirmasi ulang, sebagian besar kasusnya bukan judi. Ada juga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Karena itu pencoretan terhadap 22 orang itu kami batalkan,” ujarnya.

Meski pencoretan dibatalkan, Dinsos tetap akan melakukan penyisiran ulang untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana bantuan. Pemeriksaan lanjutan akan difokuskan pada transaksi yang mengarah pada aktivitas judi online. “Kalau nanti ditemukan lagi dan terbukti secara jelas, pencoretan akan permanen. Untuk saat ini kami berikan kesempatan karena verifikasi menunjukkan indikasinya tidak kuat,” tegas Masnun.

Langkah verifikasi lanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program bansos tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh penerima.

- Advertisement -

Berita Populer