Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kawasan The Mandalika menghadirkan atraksi wisata baru bertajuk Dino Dokar di area Bazaar Mandalika, Pantai Kuta Beach Park (KBP). Wahana ini menggabungkan transportasi tradisional Lombok, dokar, dengan replika dinosaurus sebagai konsep wisata edukatif ramah anak dan keluarga. Atraksi tersebut mulai dapat dinikmati wisatawan setiap hari sejak sore hingga malam.
Direktur Manna Lika Studio, Melissa Yohana, mengatakan Dino Dokar terinspirasi dari dokar yang sejak lama digunakan masyarakat Lombok sebagai alat transportasi. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan replika dinosaurus untuk memberikan nilai edukasi sekaligus daya tarik bagi wisatawan, khususnya anak-anak dan keluarga.
“Konsepnya berangkat dari dokar sebagai transportasi masyarakat Lombok sejak dulu. Lalu muncul ide dinosaurus sebagai ikon hewan prasejarah untuk menarik minat wisatawan sekaligus memberikan nilai edukasi,” ujar Melissa.
Atraksi Dino Dokar menawarkan pengalaman berkeliling kawasan pantai menggunakan dokar yang ditarik replika dinosaurus. Rute perjalanan melintasi area Pantai Kuta Beach Park (KBP), sehingga pengunjung dapat menikmati panorama pantai Mandalika selama berwisata. “Selain menjadi hiburan, wahana ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal hewan prasejarah dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Dari sisi keamanan, pengelola menyiapkan operator profesional selama operasional dan didukung pengamanan dari pihak ITDC. Kecepatan Dino Dokar dibatasi maksimal 5 kilometer per jam untuk menjaga keselamatan pengunjung.
“Atraksi ini dirancang untuk ramah anak dan keluarga. Dari sisi keamanan dan kenyamanan, pengelola memastikan standar keselamatan,” ujar Melissa, seraya menambahkan, “Kami juga memberikan edukasi tata cara penggunaan kepada wisatawan agar tetap aman dan nyaman.”
Dino Dokar beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 Wita hingga 21.00 Wita, dengan tarif Rp50 ribu per 15 menit. Kehadiran wahana ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata keluarga sekaligus mendukung pengembangan pariwisata kreatif, edukatif, dan berbasis budaya lokal di kawasan destinasi super prioritas nasional.

