Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Tirta Ardhia Rinjani (Tiara), untuk segera mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPM) Mandalika yang sudah selesai dibangun dan diserahkan kepada Pemda Loteng.
Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri, mengatakan, SPAM Mandalika harus segera beroperasi agar tidak menjadi beban karena abonemen atau biaya operasional listrik yang dihabiskan mencapai 50 sampai 60 juta dalam satu bulan sehingga itu harus segera dioperasikan untuk menghindari kerugian yang timbul dari beban operasional. “Itu bisa merugikan PDAM sendiri sementara kita baru diserahkan oleh pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) beberapa minggu kemarin,” ujarnya, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Pathul menyebut, SPAM Mandalika ini harus segera dioperasikan semaksimal mungkin oleh PDAM karena SPAM ini sudah diserahterimakan kepada Pemda Loteng oleh pihak BPPW. “Nah, mau beroperasi atau tidak operasi tetap menimbulkan biaya operasional Rp50 juta biaya listrik. Listrik ini dipakai atau Tidak, kalau sudah dipasang harus tetap dibayar, maka itu harus dipikirkan,” katanya.
Selain itu, Pemda juga segara akan memasang pipa-pipa yang mengalir sambungan rumah karena itu sudah menjadi perjanjian dengan pemerintah pusat. “Kita di Pemda akan segera pasang sambungan rumah maka itu yang harus kita anggarkan pada tahun 2026 mendatang,” tandasnya. Sebelumnya, Direktur Utama PDAM, Tirtanadi Ardhia Rinjani Loteng, Bambang Supratomo, siap mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika untuk untuk kebutuhan air bersih di kawasan Mandalika.
Bambang menjelaskan, SPAM Mandalika sudah diserahkan kepada Pemda Loteng kemudian nantinya akan diserahkan kepada PDAM oleh Pemda. “Alhamdulillah sekarang sudah mulai dioperasikan kepada para pelanggan, dan sambil berproses Sambungan Rumah (SR),” jelasnya.

