29.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaLombok TengahKisah Rima Penjual Gelang di Tanjung Aan, Hafal Lebih dari Seratus Nama...

Kisah Rima Penjual Gelang di Tanjung Aan, Hafal Lebih dari Seratus Nama Ibu Kota Negara

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Baiq Rima Dani Oktaviani (19), Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Lombok Tengah (Loteng) yang videonya viral saat berjualan gelang dan bermain Capital Country bersama seorang bule dari Tunisia. Rima merupakan sapaan akrabnya, ia merupakan warga Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, yang sehari-hari berjualan gelang di pantai Tanjung Aan bersama anak-anak lain.

Saat ditemui Inside Lombok, Rima mengaku telah berjalan gelang di pantai Tanjung Aan sejak masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, saat itu Rima masih berusia 10 tahun. Dia berjualan ke pantai Tanjung Aan setelah pulang sekolah. Rima sudah fasih mengucapkan lafal bahasa inggris sejak dia mulai mengenal pantai Tanjung Aan karena disana banyak wisatawan, sehingga dia terbiasa berbincang dengan mereka. “Dulu waktu kecil saya sering menulis (nama negara dan ibukotanya) di papan tempat menaruh gelang itu saya terus belajar pelan-pelan, terus baca-baca. Lama-lama jadi hafal,” ujar Rima.

Rima dengan segala perjuangannya berjualan gelang di pantai Tanjung Aan untuk membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Rima sempat berhenti sekolah karena harus menjual gelang untuk membantu kebutuhan keluarga. “Saya sempat berhenti sekolah dua tahun karena harus membantu ibu. Tapi saya sekolah lagi. motivasi saya sekolah lagi supaya bisa sukses, bisa bisnis,” katanya. Rima mengaku hafal lebih dari 100 nama ibu kota negara, selain itu, kemampuan berbahasa inggrisnya juga mantap, ia belajar kalau dibilang karena bercengkrama dengan pantai Tanjung Aan selama 10 tahun saat berinteraksi dengan wisatawan. “Kalau ada bule kita sering bicara, dengar-dengar, jadi lama-lama bisa. Di sekolah juga saya bicara dengan guru,” ungkapnya.

Menurutnya, kakak yang lebih dulu berjualan juga ikut memberi dorongan. “Karena kakak saya juga jualan, jadi saya ikut belajar bahasa Inggris,” tambahnya. Kini, meski waktunya banyak tersita untuk berdagang, Rima tetap menyimpan cita-cita besar untuk keluarga dan dirinya. “Motivasi saya kedepannya ingin sukses dan punya usaha sendiri,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer