32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahKPOTI Loteng Gelar Workshop Permainan Anak dan Olahraga Tradisional

KPOTI Loteng Gelar Workshop Permainan Anak dan Olahraga Tradisional

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar workshop bagi para guru olahraga sebagai upaya melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan Loteng yang menilai langkah tersebut mampu memperkaya metode pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Loteng, Lalu Hilim, mengatakan bahwa keberadaan permainan rakyat akan menambah warna baru dalam pembelajaran olahraga di sekolah. Selama ini, fokus pembelajaran lebih banyak pada olahraga prestasi, sementara aspek budaya lokal cenderung terabaikan.

“Yang sering itu olahraga prestasi. Melalui permainan tradisional ini, kita ingin melestarikan kekayaan lokal agar tidak hilang. Ini bentuk kepedulian kita terhadap budaya daerah,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam Workshop KPOTI di Praya, Rabu (29/10).

Ia menilai bahwa permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang tinggi karena dapat membangun karakter siswa melalui aktivitas yang menyenangkan. “Permainan rakyat seperti main kelereng, main tali, atau jaga benteng bisa dijadikan materi pembelajaran olahraga. Selain menyenangkan, permainan ini juga melatih kerja sama dan kreativitas siswa,” jelasnya.

Melalui workshop ini, pihaknya berharap para guru mampu mengembangkan dan menyesuaikan permainan rakyat agar dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Ketua KPOTI Loteng, Baiq Citra Dewi Widyantari, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. “Guru-guru PJOK merupakan motor penggerak yang bisa langsung mengintegrasikan permainan rakyat dan olahraga tradisional ke dalam pembelajaran penjaskes,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, KPOTI melibatkan delapan sekolah, terdiri dari empat Sekolah Dasar (SD) dan empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai percontohan. Harapannya, permainan rakyat dan olahraga tradisional bisa kembali digemari anak-anak di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Permainan rakyat dan olahraga tradisional ini tidak kalah seru dengan permainan digital. Apalagi Indonesia punya lebih dari 2.000 jenis permainan tradisional yang bisa dihidupkan kembali,” tambahnya.

Kedepannya, KPOTI Loteng berencana menggelar Festival Bekedek pada pertengahan November mendatang. Festival ini akan berisi lomba berbagai permainan rakyat untuk tingkat SD dan SMP se-Loteng. “Kegiatan ini kami rancang agar permainan rakyat tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tandas Baiq Citra.

- Advertisement -

Berita Populer