Lombok Tengah (Inside Lombok) – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menanggapi keluhan sejumlah pembalap MotoGP yang mengalami kecelakaan di Sirkuit Mandalika pada ajang balapan 3–5 Oktober lalu. Salah satu insiden terjadi saat juara dunia Marc Marquez terjatuh dua kali pada sesi latihan bebas dan kembali terjatuh di lap pertama balapan utama.
Direktur MGPA, Priandhi Satria, menegaskan Sirkuit Mandalika telah dinyatakan layak digunakan setelah melalui pemeriksaan ketat oleh Federasi Motor Internasional (FIM). “Dinyatakan balap buat hari Jumat jam lima sore dikeluarkan FIM Homologasi grad A, begitu juga hari setelahnya,” ujarnya, Selasa (7/10).
Priandhi menyebut pihaknya mendengar adanya keluhan dari beberapa pembalap, namun MGPA belum menanggapinya karena masih menunggu laporan resmi dari FIM. “Ada beberapa laporan yang kami terima misalnya listrik sempat mati tapi genset hidup lagi. Kami tidak menerima laporan mengenai kondisi gravel, kami belum merasa perlu diskusi masalah gravel, tunggu dari FIM apakah gravel-nya tidak sesuai,” katanya.
Ia menegaskan, insiden jatuhnya pembalap di lintasan merupakan hal yang lazim terjadi dalam dunia balap. “Setelah pembalap jatuh, MGPA dipanggil untuk membersihkan sirkuit. Artinya sirkuitnya tidak aman, apakah kotor kerikil atau kah membahayakan dari sisi ada tetesan cairan oli, hari itu kami tidak dipanggil,” jelasnya.
Menurut Priandhi, pihak Dorna dan FIM tidak memberikan komentar terkait kondisi lintasan saat kejadian. Ia menambahkan, MGPA siap melakukan pembersihan atau tindakan teknis apabila diminta oleh pihak penyelenggara. “Yang jatuh ini menurut saya benar-benar kesalahan para pembalap, yang lain kan lolos saja dan finish,” tandasnya.

